Pendaftaran Vaksinasi Rabies Gratis

Formulir Pendaftaran Vaksinasi Rabies Gratis Kota Depok 2022 (google.com)

Hallo pet lovers
admin ingin menginformasikan persyaratan vaksinasi ya
1 Pemilik Warga Kota Depok, dibuktikan dengan KTP Depok/Surat Keterangan Domisili dari RT
2 Vaksinasi rabies untuk hewan : anjing, kucing, musang, kera/monyet
3 Hewan berusia minimal 5 bulan
4 Hewan dalam kondisi sehat, nafsu makan baik, tidak kontak dengan hewan lain yang sakit, dan tidak dalam masa pengobatan
5 Hewan tidak sedang hamil atau menyusui (jarak 1 bulan dari lahiran sudah bisa divaksinasi)
6 Vaksinasi massal dilakukan untuk memperingati World Rabies Day 2022
7 Melakukan pendaftaran melalui link https://tinyurl.com/Daftar-VaksinRabies-Depok
8 Memasang Twibbon ke Instagram Story dan tag Ig @PuskeswanKotaDepok dan @dkp3KotaDepok
9 Mengirimkan bukti pendaftaran dan pemasangan twibbon berupa screnshoot ke nomor WhatsApp admin 081213305834

Vaksinasi Rabies Massal Kota Depok
https://twb.nz/vaksinasirabiesmassaldepok

VAKSINASI RABIES GRATIS

๐Ÿ“ขHallo Pawrents

Yang ditunggu telah tiba, Yuk ikut vaksin rabies GRATIS untuk anabul kesayangan ,,

Kegiatan akan dilaksanakan pada:
๐Ÿ“† 27 – 29 September 2022
๐Ÿ•˜ Start 09.00 WIB – Selesai

Di Alun-alun Kota Depok

Untuk hewan kucing, anjing, monyet atau musang yang:

  • dimiliki warga Depok (KTP/suket domisili)
  • berumur minimal 5 bulan
  • sehat
  • tidak bunting/menyusui

Daftar ke hotline 0812 1330 5834

Gelar Pangan Murah

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok akan mengadakan Gelar Pangan Murah di Kantor Kecamatan Cimanggis dan Pasar Depok jaya. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Langkah ini kita lakukan dengan harapan mampu menekan laju inflasi yang terjadi di Kota Depok. Sebab hal yang memicu inflasi di Kota Depok diantaranya adalah produk hortikultura seperti cabe bawang merah, dan bawang putih. Target kegiatan tersebut adalah masyarakat .

Yth. Pelaku Usaha Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)

di Depok

Dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan khususnya produk pangan segar asal tumbuhan yang beredar di wilayah Kota Depok, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kota Depok memberikan layanan keamanan pangan berupa Penerbitan Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSATPDUK) bagi pelaku usaha baik kelompok tani, gabungan kelompok tani maupun pelaku usaha kecil dan mikro yang mengusahakan kegiatan pangan segar asal tumbuhan (PSAT). Pemberian layanan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin mutu dan keamanan pangan di wilayahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini kami beritahukan bahwa bagi pelaku usaha di bidang PSAT dapat mengusulkan produk pangan segar maupun produk pangan segar dalam kemasan yang dihasilkan sesuai dan memenuhi kriteria sebagaimana terlampir dalam Panduan Penerbitan Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK). Pengusulan dapat dilakukan secara daring (online) melalui tautan: http://linktr.ee/registrasipsat

Demikian disampaikan atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terima kasih.

PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman (UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 1).

Berdasarkan cara perolehannya, pangan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

  1. Pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan Pangan.
  2. Pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses pengolahan dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan. Termasuk dalam Pangan olahan adalah pangan siap saji dan pangan olahan Industri Rumah Tangga.
  3. Pangan olahan tertentu adalah pangan olahan yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan. Contoh ekstrak tanaman mahkota dewa untuk diabetes melitus, susu rendah lemak untuk orang yang menjalankan diet rendah lemak, dan sebagainya (Saprianto, 2006).

Berdasarkan komoditinya, Pangan Segar dapat dikelompokkan menjadi :

a. Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)

b. Pangan Segar Asal Hewan (PSAH)

c. Pangan Segar Asal Ikan (PSAI)

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pangan olahan yang mengalami pengolahan minimal meliputi pencucian, pengupasan, pendinginan, pembekuan, pemotongan, pengeringan, penggaraman, pencampuran, penggilingan, pencelupan (blanching), dan/atau proses lain tanpa penambahan bahan tambahan pangan kecuali pelapisan dengan bahan penolong lain yang diijinkan untuk memperpanjang masa simpan.

Keamanan Pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pemerintah berkewajiban menjamin penyelenggaraan keamanan pangan di setiap rantai pangan secara terpadu. Penyelengaraan ini dapat diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan pemberian jaminan keamanan dan mutu pangan.

Dalam rangka memberikan jaminan keamanan pangan segar khususnya pangan segar asal tumbuhan Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Salah satu yang diatur dalam permentan ini adalah tentang mekanisme pendaftaran pangan segar asal tumbuhan sebagai bentuk penjaminan kemananan pangan segar bagi masyarakat. Permentan ini bertujuan untuk memberikan jaminan dan perlindungan bagi masyarakat dari peredaran pangan segar yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutunya dan sekaligus kepastian hukum bagi produsen.

Program Sterilisasi 77 Ekor Kucing Jantan Domestik

HALO Pawrents ! Dalam Rangka Memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 77, Pusat Kesehatan Hewan Kota Depok akan mengadakan Program Sterilisasi 77 Ekor Kucing Jantan Domestik.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Jumat tanggal 05-09 September 2022, lokasinya di Ruang Bawah Tribun, Alun-Alun Kota Depok.
Pendaftaran dibuka tanggal 29 Agustus 2022, pukul 11.00 via link gform.

Surat Edaran Pelaksanaan Hewan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease dan Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Depok

Informasikan format terbaru permohonan persetujuan untuk tempat penjualan (Lapak) dan pemotongan hewan kurban (DKM)

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok menginformasikan format terbaru permohonan persetujuan untuk tempat penjualan (Lapak) dan pemotongan hewan kurban (DKM) dapat dilihat di link https://bit.ly/format_kurban22.

Untuk pelaporan persetujuan tempat berjualan (Lapak) dapat dilakukan oleh Kecamatan atau pribadi (Pelapak Langsung) dengan mengisi link https://bit.ly/Input_Lapak_Kurban22

Untuk pelaporan persetujuan tempat pemotongan (DKM) dapat dilakukan oleh Kecamatan atau pribadi (DKM Langsung) dengan mengisi link https://bit.ly/Input_Potong_Kurban22

KOLABORASI KECAMATAN PANCORAN MAS DENGAN DINAS KETAHANAN PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA DEPOK DALAM MELAKSANAKAN PELATIHAN PENYEMBELIHAN QURBAN DISAAT PANDEMI PMK

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 melakukan kolaborasi dengan Kecamatan Pancoran mas dalam rangka Pelatihan penyembelihan Qurban disaat Pandemi PMK. Kegiatan di laksanakan selama enam hari dengan peserta dari berbagai kecamatan dan kelurahan yang ada di kota depok.yang berjumlah 60 orang setiap harinya sehingga total peserta yang dilatih adalah 360 orang. Peserta Pelatihan berasal dari Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Kelurahan Depok. Kegiatan ini dilaksanakan karena maraknya penyakit mulut dan kuku pada hewan yang sedang mewabah. Kegiatan dilaksanakan mengetahui jenis dan ras ternak qurban serta syarat syah ternak qurban. cara penyembelihan ternak, pemeriksaan fisik.dan post mortem ternak penderita PMK. penanganan daging .jeroan dan pengemasan (PMK), dan Sanitasi Desinfeksi dan disposal (PMK) di area pemotongan. Pembukaan Pelatihan di hadiri oleh Camat Pancoran bapak Syaiful Hidayat, S.Pd,M.Si, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok Ir. Tinte Rosmiati dan Koordinator kesehatan hewan drh Fety Dinya N,S saerta team kesehatan Masyarakat Veteriner, pengurus MUI kota Depok. Pelatihan di laksanakan dari tanggal 21,22,23 dan 27,28,29 juni 2022 selama 6 hari dengan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) .

Pelatihan Budidaya Satwa Harapan

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan menggelar pelatihan budidaya satwa harapan. Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Ir. Widyati Riyandani menyampaikan ”Pesertanya dari kelompok tani yang sudah berbudidaya satwa harapan maupun yang berminat untuk melakukan budidaya. Budidaya satwa harapan yang dimaksud adalah hewan peliharaan yang kehidupannya diatur dan diawasi oleh manusia serta dipelihara khusus untuk diambil hasil dan jasanya bagi kepentingan hidup manusia. Dengan kata lain, bahwa budidaya satwa harapan yaitu beternak hewan alternatif yang berpotensi tinggi selain hewan konvensional yang sudah biasa diternak. Mengapa hewan alternatif atau satwa harapan yang dipilih, karena sub sistem pertenakan merupakan segala kegiatan yang berhubungan dengan cara memproduksi ternak di wilayah perkotaan. Kota Depok merupakan salah satu wilayah dengan segala kekhasannya dalam pengembangan ternak. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif lain dalam pengembangan ternak di wilayah perkotaan”.
Kota Depok merupakan wilayah pemukiman yang padat sehingga harus dilakukan produksi inovasi teknologi pertanian perkotaan, mencakup sub sistem budidaya, sub sistem perternakan dan sub sistem komposting. Sehingga pertanian perkotaan ke depan tidak hanya berkaitan dengan sub sistem budidaya tanaman saja, tetapi nantinya akan dikembangkan secara holistic. selain memiliki kesempatan yang masih terbuka luas, saat memilih untuk beternak satwa harapan, maka harus juga memilih untuk menjadi inovator yang berkolaborasi dengan peternak konvensional, bukan menjadi pesain berpotensi menyaingi peternak lain. Alternatif lainnya adalah budidaya ulat hongkong dan budidaya jangkrik ini banyak di kembangkan di Indonesia, bahkan perkembangan bisnis ini sudah semakin menjamur.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut diantaranya budidaya ulat hongkong dan pemanfaatannya, peluang budidaya jangkrik dari mulai pembibitan sampai kepemasarannya. Termasuk budidaya cacing tanah Lumbrikus yang benar.
Mari sama-sama kita bahu membahu, membulatkan tekad dalam rangka Kota Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera sehingga dapat mewujudkan petani milenial Kota Depok yang hidup di desa atau perkampungan, rezeki kota, bisnis mendunia.