Ubinan Situbagendit di Poktan Plered Lestari Tembus 11 ton Per Hektar

Meningkatnya alih fungsi lahan sawah menjadi pemukiman dan proyek pembangunan lainnya menekan suplai air irigasi ke lahan sawah para petani khususnya lahan anggota kelompok tani (poktan) Plered Lestari di Kelurahan Pangasinan, Kecamatan Sawangan.  Hal ini diperparah dengan perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan berkurang sehingga sangat meresahkan para petani.

Sebagai salah satu solusi mengahadapi kendala ini, Bidang Ketahanan Pangan dan pertanian DKP3 Kota Depok bekerjasama dengan penyuluh pertanian melakukan sosialisasi benih Situ Bagendit yang merupakan salah satu varietas padi gogo, tetapi mampu tumbuh baik pada lingkungan lahan sawah. Varietas ini tahan terhadap penyakit blas, agak tahan terhadap penyakit hawar daun, dan tahan terhadap penyakit tungro (Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian – Kementrian Pertanian).

Penyuluh pertanian melakukan pendampingan pada poktan Plered Lestari untuk uji demplot penanaman benih Situ Bagendit  ddan pada tanggal 4 Maret 2020 bersama petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok telah melaksanakan ubinan dengan hasil 11 ton/hektar gabah basah.  Hasil ini sangat mengembirakan dan diharapkan bisa menjadi motivasi para anggota poktan PLered Lestari khususnya dan petani Kota Depok secara umum untuk menanam Situ Bagendit sebagai solusi minimya air irigasi ke lahan sawah.  Diharapkan nantinya peningkatan produktivitas tanaman padi bisa semakin meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani.

Giat Poktan Sakati Makmur Demi Air Irigasi

Telah dilaksanakan kerjabakti di saluran irigasi Parakan Jati pada tanggal 05 Maret 2020 oleh para petani anggota poktan (kelompok tani) Sakati Makmur bekerjasama dengan PSDA ( Pengelola Sumber Daya Air) Provinsi Jawa Barat.  Saluran air yang bersumber dari sungai Pasangrahan ini berada di Desa Susukan, Kecamatan Sasak Panjang, Kabupaten Bogor.   Kegiatan kerjabakti ini biasanya dilaksanakan sebulan sekali dan seringkali dibantu warga RW 07 Kelurahan Pasir Putih untuk membersihkan sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah yang menghalangi aliran air ke kebun anggota kelompok Sakati Makmur dan petani  di Kelurahan Pasir Putih.

            Demi mendapatkan aliran air para petani dan warga rela dengan giat berjalan kaki menyusuri aliran irigasi sejauh kurang lebih 8 km.  Berdasarkan informasi dari PSDA Provinsi Jabar untuk anggaran perbaikan instalasi pintu air Parakan Jati yang rusak sudah diajukan dari tahun lalu ke pemerintah pusat dan masih menunggu realisasi.   Para petani di Kelurahan Pasir Putih khususnya anggota poktan Sakati Makmur mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan mereka sangat mengharapkan pasokan air lebih lancar agar menunjang produktivitas usaha tani mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

TAK HENTI BELAJAR, PENYULUH KOTA DEPOK BERLATIH BUDIDAYA MAGOT

Tak ada kata berhenti belajar bagi penyuluh Kota Depok,  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus memacu untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar bisa lebih meningkatkan pelayanan penyuluhan kepada para petani dan membantu para petani mengatasi permasalahan yang dihadapi. Mahalnya harga pakan yang bisa mencapai 60% lebih dari biaya produksi budidaya ternak maupun ikan mendorong upaya-upaya pengembangan pakan alternative yang murah dan mudah dikembangkan akan tetapi memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan ternak ataupun ikan yang dibudidayakan.  Salah satu terobosan yang saat ini mulai dikembangkan adalah budidaya Magot.

Maggot (Hermetia illucens Linnaeus) merupakan larva lalat black soldier yang yang tumbuh pada bahan organik yang membusuk seperti bangkai, buah, sayur busuk, dan lain-lain yang memiliki tekstur kenyal, berprotein tinggi serta memiliki kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami yang membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan.

Maggot

Maggot mungkin bagi sebagian orang menjijikan, padahal sebenarnya maggot merupakan pakan ikan murah yang kaya akan kandungan protein. Maggot atau belatung memiliki kandungan protein yang tinggi hingga 43% dan bila sudah dijadikan pelet kadar proteinnya sekitar 30-40%.

Penyuluh Kota Depok mengadakan pelatihan budidaya maggot pada Selasa, 16 Oktober 2018 di rumah Bapak Urip seorang pembudidaya maggot di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.  Beliau memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membuat kandang maggot seluas 2×3 meter persegi.

IMG-20181116-WA0005 IMG-20181116-WA0006

Budidayanya sendiri bisa juga dengan menggunakan ampas tahu, sabut kelapa, bekatul, dan sisa makanan.

Cara budidaya maggot dengan ampas tahu

Alat dan bahan

  • Wadah berupa ember, baskom, atau bak
  • Ampas tahu
  • Kotoran ternak (ayam, sapi, kambing atau yang lainnya)
  • Air
  • Daun pisang kering
  • Alat pengaduk

Langkah Budidaya

  • Masukkan ampas tahu ke dalam wadah (ember, drum, dan lainnya).
  • Masukkan juga kotoran ternak ke dalam wadah, kemudian tutup permukaanya menggunakan daun pisang kering agar lalat mau bertelur.
  • Letakkan wadah pada tempat yang teduh dan terlindung dari air hujan
  • 2-3 minggu kemudian maggot sudah siap dipanen.

Cara memanen maggot cukup mudah. Caranya, campurkan air pada media kultur kemudian saring untuk memisahkan belatung dengan media kultur.

Budidaya maggot dengan sabut kelapa

Cara budidaya maggot berikutnya adalah menggunakan sabut kelapa. Caranya, siapkan alat dan bahannya berupa:

  • Sabut kelapa
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek
  • Air limbah jeroan dan
  • Tali rafia.

Caranya:

  • Giling sabut kelapa hingga halus
  • Campurkan sabut kelapa giling dengan air limbah jeroan
  • Masukkan campuran sabut kelapa dan air limbah jeroan ke dalam wadah
  • Tutup menggunakan kantung kresek dan ikat dengan tali rafi
  • Tempatkan wadah pada tempat yang teduh dan diamkan selama 3 hari
  • 3 hari kemudian buka tutup dan pindahkan wadah ke tempat terbuka agar lalat dapat masuk dan bertelur
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Budidaya maggot dengan bekatul

Untuk budidaya maggot dengan bekatul, siapkan terlebih dahulu bahan dan alatnya

  • Dedak
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek hitam
  • Tali rafia

Caranya:

  • Cuci wadah menggunakan air panas
  • Masukkan bekatul ke dalam baskom dan siram dengan air secukupnya
  • Tutup wadah menggunakan kantong kresek dan ikat dengan tali rafia
  • Letakkan wadah pada tempat yang lembab dan biarkan hingga 3 hari
  • Setelah 3 hari buka tutup dan letakkan pada tempat yang terbuka
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Cara Budidaya Maggot Dengan Makanan Sisa

Makanan sisa yang bisa digunakan antara lain nasi basi atau yang lainnya. Untuk melakukan budidaya dengan menggunakan makanan sisa sangat mudah, siapkan saja wadah yang memiliki permukaan lebar lalu masukkan makakan sisa tersebut dalam wadah . Biarkan wadah tetap terbuka jangan ditutup agar lalat dapat masuk dan bertelur. Untuk media awal pembiakan telur Bapak Urip memilih menggunakan bungkil kelapa sawit karena dirasa paling cocok dan murah serta mudah dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.   Berdasarkan pengalaman 5 gram anakan maggot membutuhkan 65 kg pakan hingga masa panen dan tidak membutuhkan pemeliharaan yang susah.   Bapak Urip memilih sisa makanan warung makan sebagai sumber pakan karena mudah didapatkan bahkan gratis dan palatabilitasnya tinggi.  Satu hal yang tidak boleh dilupakan sampah organic sisa makanan ini harus dikeluarkan airnya, bisa dengan alat-alat yang sederhana agar tidak berbau dan cepat berjamur.  Untuk melakukan budidaya belatung tanpa bau, anda harus memilah sampah yang akan digunakan untuk budidaya. Dengan melakukan pemilahan sampah organik dengan sampah yang lain (anorganik) maka budidaya maggot tanpa bau akan lebih mudah dilakukan.

Kegiatan Pelatihan ini Diharapkan nantinya bisa disosialisasikan kepada para petani khususnya pembudidaya ayam maupun ikan untuk bisa membudidayakan maggot sendiri dirumah minimal untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan diharapkan kedepannya bisa berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

IMG-20181116-WA0020

GIAT KWT SELENDANG RATU DALAM MENDUKUNG KESUKSESAN P2WKSS

P2WKSS adalah program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera yang merupakan kegiatan lintas sektoral yang ditujukan untuk mengoptimalkan peranan wanita dalam mendukung kesejahteraan keluarga guna mencapai kualitas hidup yang lebih tinggi.  Salah satu hasil dari rangkaian kegiatan P2WKSS adalah terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) Selendang Ratu pada tanggal 6 Maret 2018 dengan 24 orang anggota yang disahkan dengan SK Lurah Ratu Jaya Nomor : 520 / 29A / Kemas dengan kelas kelompok pemula.

IMG-20181116-WA0018

 

KWT yang memiliki alamat sekretariat di Jl. Gandaria 1 N0.112 RT 005/RW 005 Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung ini dalam binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melaksanakan kegiatan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).  Dengan kegiatan KRPL ini KWT Selendang Ratu memanfaatkan lahan kosong yang ada dilingkungannya untuk dijadikan kebun bibit desa (KBD) dan dijadikan lahan kegiatan bersama para anggota KWT dengan ditanami berbagai macam sayuran dan toga diantaranya kelor, bayam merah, kangkung, okra, lidah buaya, belimbing, jambu biji merah serta masih banyak lainnya.  Para anggota merawat kebun ini bersama-sama dan ada jadwal piket untuk penyiramannnya.

Dalam pembinaan kelembagaan penyuluh pendamping aktif membina kelompok dalam pengelolaan kebun dan pengisian administrasi kelompok.  Sebagai wujud koordinasi kelompok dan wahana pembelajaran diadakan pertemuan rutin kelompok setiap bulannya pada minggu ke 2 dari hasil panen tanaman di KBD hasilnya dikumpulkan dalam kas kelompok dan digunakan untuk kepentingan kelompok terutama untuk keberlanjutan penanaman kebun. Pada tanggal 17 November 2018 kemarin panen perdana KWT Selendang ratu yang dihadiri oleh Bunda Elly Farida Diharapkan giat KWT Selendang ratu ini nantinya bisa mewarnai lingkungan sekitar untuk mengoptimalkan lahan di pekarangannya untuk ditanami tanaman sayuran dan toga yang terutama ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

 

 

 

 

 

PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN LELE

 

 

IMG-20180925-WA0009 IMG-20180925-WA0008 IMG-20180925-WA0007 IMG-20180925-WA0006 IMG-20180925-WA0005

 

Sabagai salah satu komoditi ikan air tawar, lele merupakan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat kota Depok. Produksinya di kota Depok memang tidak sebanyak ikan hias, misalkan, namun demikian para penyuluh perikanan di Dinas Ketahanan pangan, Pertanian dan Perikanan tetap mendorong para pembudidaya untuk terus meningkatkan produksinya. Selain dari itu, untuk meningkatkan konsumsi ikan khususnya ikan lele dan juga meningkatkan nilai ekonomi ikan lele, pada tanggal 20 September 2018 yang lalu telah dilaksanakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Lele.

Pesertanya adalah para pelaku usaha pengolahan ikan di kota Depok. Setelah melalui seleksi yang juga melibatkan para penyuluh perikanan dan asosiasi UKM Pertanian, maka terkumpullah dua puluh orang peserta. Selama satu hari penuh mereka diberi tambahan ilmu dan keterampilan oleh narasumber dari Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Indri Mardiyana. Produk yang dibuat adalah rolade lele, empek-empek lele dan perkedel lele.

PROMOSI PRODUK – PRODUK PERIKANAN

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan mempromosikan kebiasaan mengkonsumsi Ikan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan bazar ikan dan produk-produk perikanan yang bertempat  di halaman gedung PBB pada hari Kamis-Jumat, 24-25 Mei 2018. Berbagai ikan segar dan beku ditampilkan seperti ikan cakalang, ikan tuna, ikan dori, ikan banjar, patin, kepala kakap, udang, cumi dan sebagainya.

Produk-produk olahannya pun tak luput dari serbuan pembeli yang didominasi oleh kalangan wanita seperti ebi furay, tuna steak, bandeng presto, pindang tongkol, cakalang asap, ikan asin, kerupuk ikan, dimsum, otak-otak, kaki naga dan sebagainya. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya selain memfasilitasi para pengusaha baik mikro maupun menengah yang bergerak di bidang perikanan, juga turut serta menggalakkan kebiasaan mengkonsumsi ikan dan olahannya yang banyak manfaatnya bagi kecerdasan dan kesehatan tubuh. Ibu Walikota Depok, Bunda Elly Farida selaku ketua Tim Forikan hadir pula pada acara ini beserta anggota tim lainnya.

 

Foto dari Nellizha1

Foto dari Nellizha

scanfly3

scanfly2

scanGemarikan

scanfly4

scanfly5

scanfly62

scanfly7

 

GERIMIS TELUR DAN PELAYANAN KESEHATAN HEWAN

DSC_5133 DSC_5098 DSC_5122 DSC_5120

Bagian terakhir dari rangkaian kegiatan ini adalah Gerimis (Gerakan Minum Susu dan Makan Telur) yang dilaksanakan oleh bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Pelayanan Kesehatan Hewan khususnya hewan peliharaan oleh UPT Puskeswan.

                Kegiatan dibuka oleh Bapak Walikota Depok, Mohammad Idris dan turut dihadiri anggota DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, SH dan Reinova Sari Donie. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi protein hewani khususnya susu dan telur kepada anak-anak usia sekolah dasar karena keduanya sangat baik bagi pertumbuhan dan kecerdasan mereka. Pada kesempatan ini dihadirkan 500 anak siswa SD dari UPT Pancoranmas dan Beji. Untuk mengefektifkan penyampaian materi maka disampaikan dalam bentuk dongeng oleh Kak Resha dan Bunda Elly Farida. Terlihat anak-anak bersemangat, gembira  dan antusias menyimak dongeng tersebut.

                Kemudian sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat Depok, UPT Pusat Kesehatan hewan yang berada dalam lingkup DKP3 membuka pelayanan pemeriksaan hewan peliharaan. Masyarakat memanfaatkan ini dengan membawa hewan-hewan peliharaannya seperti kucing, anjing, reptil atau burung untuk mendapatkan pemeriksaan secara gratis.

PROMOSI PRODUK PERIKANAN DAN GEMARIKAN

IMG-20180424-WA0029 IMG-20180424-WA0024 IMG-20180424-WA0014 (1)IMG-20180424-WA0034

Masih dalam rangkaian peringatan HUT Kota Depok, bidang Perikanan DKP3 menyelenggarakan pameran sebagai ajang promosi produk-produk perikanan dan hasil  olahannya pada tanggal 23-24 April 2018 di halaman kantor BLP. Ditampilkan ikan-ikan hasil budidaya pokdakan ( Kelompok pembudidaya ikan) baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Tetra neon sebagai ikan hias unggulan Depok  tak ketinggalan turut serta dipamerkan pada kesempatan tersebut. Ikan hias jenis ini merupakan jenis ikan hias yang sudah  terkenal di lingkup nasional dengan keindahannya.

Pada tempat yang sama juga dilaksanakan kegiatan GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Target kegiatan adalah anak-anak sekolah dasar dimana mereka massih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan dan membutuhkan asupan protein hewani yang besar khususnya berasal dari ikan. Protein yang berasal dari ikan baik bagi kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak serta janin sehingga promosi atau gerakan ini juga menyasar kelompok ibu-ibu hamil. Agar penyampaian sosialisasi ini lebih efektif maka dibuat dalam bentuk dongeng dan gerak lagu. Dongeng tersebut disampaikan oleh pendongeng yang kerap tampil di acara-acara nasional dan media elektronik, yaitu Kak Resha bersama dengan ibu walikota Depok, Bunda Elly Farida. Tak ketinggalan adalah adanya lomba menyanyikan lagu Gemarikan, yang diikuti oleh perwakilan SD dari setiap kecamatan. Hadir dalam kegiatan ini 200 siswa SD dan 100 orang ibu hamil.

PASAR TANI DAN LOMBA CIPTA MENU

IMG-20180424-WA0033FB_IMG_1524554982481

Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Depok ke-19 pada tanggal 27 April lalu, DKP3 telah melaksanakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan urusan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

Kegiatan pertama adalah pasar tani yang biasa diselenggarakan tiap bulan minggu kedua. Pada kesempatan ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 23-25 April 2018 dengan bertempat di halaman gedung Dekranasda. Kegiatan ini merupakan  ajang bagi petani dan pembudidaya ikan kota Depok untuk memasarkan dan memamerkan produk-produk pertaniannya. Pada hari yang sama yaitu 23 April 2018 juga dilaksanakan Lomba Cipta Menu B2SA dengan peserta para kader PKK kecamatan. Juri yang dihadirkan adalah Chef  dari Hotel Margo dan Bunda Elly Farida. Sebagai pemenang adalah peserta dari PKK Kecamatan Cimanggis. Juara kedua dari kecamatan Bojongsari dan ketiga dari kecamatan Limo. Pemenangnya nanti akan mewakili Depok dalam Lomba Cipta Menu tingkat propinsi Jawa Barat tahun 2018.

PENEBARAN BENIH IKAN DI SETU BOJONGSARI

IMG-20180405-WA0022IMG-20180405-WA0021IMG-20180405-WA0025

IMG-20180405-WA0020

Walikota Depok KH.Dr.  Mohammad Idris, MA menghadiri  kegiatan Penebaran benih ikan dan penanaman pohon yang sekaligus dirangakai dengan kegiatan pembersihan setu Bojong Sari. Dalam kegiatan tersebut Bidang Perikanan Dinas Ketahanan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok melalui UPTD Balai Benih Ikan (BBI)  memberikan bantuan benih ikan sebanyak kurang lebih 10 ribu ekor yang terdiri dari  bibit ikan Nila Merah dan Nila Hitam. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu tanggal 1 April 2018 tersebut juga dihadiri oleh Dandim 0508 Kota Depok, Camat Bojong sari, Lurah-lurah se-Kecamatan Bojongsari dan hadir pula  Kepala Seksi Budidiaya Perikanan Deni Setiawibawa, S.Pi. yang mewakili Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Masyarakat yang berada di lingkungan bojongsari tersebut sangat antusias mengikuti acara tebar benih ikan dan penanaman Pohon serta bergotong royong dalam membersihkan setu tersebut. Dalam sambutannya Walikota Depok menyampaikan bahwa setu adalah salah satu dari kekayaan alam yang harus kita jaga dan  dilestarikan keberadaannya.