Bantuan Benih Ikan ke Yayasan Amanah Crisis Care Centre (3C)

Kegiatan penyerahan bantuan ikan nila sebanyak 1500 ekor dan ikan lele sebanyak 1500 ekor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok kepada Yayasan Amanah Crisis Care Centre yang berkantor di Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok. Penyerahan bantuan benih tersebut dilakukan melalui Balai Benih Ikan yang berada di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari yang dilakukan pada hari Jumat 30 April 2021 oleh penyuluh perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok bapak Budianto.

Ikan memiliki kandungan nutrisi yang banyak dan Ikan juga memiliki manfaat baik bagi orang dewasa saja tetapi juga sangat baik untuk anak kecil terutama dalam masa tumbuh kembangnya karena akan berpengaruh pada perkembangan otak anak. Kegiatan bantuan ikan ini bertujuan agar dapat meningkatkan produksi perikanan dikota Depok dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dimasa pandemi. Selain itu dengan bantuan benih ikan ini diharapkan bisa meningkatkan populasi ikan di kota depok yang saat ini masih kurang, kemanfaatan bantuan ini diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kota depok dan diharapkan dapat membantu  mengatasi permintaan ikan yang semakin tinggi.



Bantuan Benih Ikan ke Warga Pokdakan Berkah

Kegiatan penyerahan bantuan ikan Nila sebanyak 5.000 ekor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok melalui Balai Benih Ikan yang berada di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari terhadap Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Berkah Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Kota Depok dilakukan pada hari Jumat 23 April 2021. Kegiatan bantuan ikan ini bertujuan agar dapat meningkatnya produksi perikanan dikota Depok. Selain ke pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) benih ikan juga diberikan pada organisasi masyarakat seperti karang taruna, RT & Rw dalam hal ini untuk ketahanan pangan dimasa pandemi. Pemberian bantuan benih ikan ini diharapkan bisa meningkatkan populasi ikan di kota depok yang saat ini  masih kurang dan pemanfaatan bantuan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kota depok untuk pembangunan perekonomian berbasis pemberdayaan masyarakat, ekonomi kerakyatan dan potensi unggulan lokal dapat terlaksana dengan optimal. Pada akhirnya pemberian benih ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan sehingga bisa memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi lapangan pekerjaan masyarakat dan meingkatan ekonomi msayarkat kota depok khususnya rumah tangga perikanan.

Panen Cinta di Pekarangan Poktan Samindo

Kelompok tani (Poktan) Samindo terbentuk pada Januari 2015 beranggotakan warga perumahan Samudra Indonesia di RW 06 Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas.  Kelompok ini mewadahi anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk berbudidaya pertanian. Dengan keterbatasan lahan yang ada kelompok tani samindo memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di masing-masing rumah, anggota juga mengusahakan bersama lahan fasum yang juga menjadi tempat kegiatan yang lain seperti poswindu dan bank sampah.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok telah memberikan bantuan bibit pohon alpukat dan juga benih aneka sayuran. Selanjutnya bibit dan sayuran telah ditanam di lahan dan instalasi swadaya kelompok. Sangat menarik minat masyarakat sekitar untuk membeli sayuran segar yang dipanen karena merupakan sayuran sehat tanpa pestisida dan ada juga yang dibudidayakan secara hidroponik.  Hingga sekarang poktan samindo tidak pernah kesulitan dalam menjual hasil panen bahkan masyarakat sekitar sudah menantinya. Semoga kegiatan panen cinta di pekarangan poktan samindo ini menginspirasi masyarakat sekitarnya untuk semakin cinta menanam di pekarangan rumah dan lingkungannya untuk mendapatkan sayuran pangan yang segar sehat, bernilai ekonomis serta menghijaukan lingkungannya.

Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga (Nacipera Falimruta )

Arus alih fungsi lahan yang sangat tinggi mau tidak mau mengerus ketersediaan lahan pertanian di Kota Depok. Sementara itu Kota Depok juga harus terus meningkatkan produksi pangannya untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Pengoptimalan pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu solusinya. Pandemi covid-19 membuka peluang banyaknya waktu luang yang bisa diisi dengan banyak kegiatan produktif diantaranya kegiatan pertanian perkotaan (Urban farming). Nacipera Falimruta hadir sebagai langkah pengoptimalan urban farming di lahan pekarangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga yang ada di dapur keluarga.

Dengan Nacipera Falimruta diharapkan bisa meningkatkan ketersediaan pangan yang sehat dan mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga. Selain itu limbah rumah tangga bisa ditingkatkan manfaatnya menjadi tempat tanam, bibit, media tanam, pupuk organic cair serta pestisida nabati. Pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan kualitas lingkungan pekarangan rumah yang hijau, bersih serta sehat sesuai konsep HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur Indah Nyaman).

Pemerintah Daerah Kota Depok mengadakan lomba Nacipera Falimruta dengan penilaian 10 RW terbaik, 3 lurah serta  3 camat pendamping Nacipera Falimruta. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di masing-masing keluarga maka budidaya di pekarangan bisa dilakukan dengan mudah murah serta menghasilkan nilai ekonomis. Meningkatkan pendapatan, menghijaukan  lingkungan serta mendorong ketersediaan pangan keluarga.

Panen Bareng Warga Puri Arsama

Kegiatan panen kangkung warga Puri Arsama Rt 07/04 kelurahan Jatimulya kecamatan Cilodong dilakukan pada tanggal 2 april 2021 dari bantuan benih dan saprodi Bidang ketahanan pangan dan pertanian DKP3 Kota Depok. Kegiatan panen ini menarik warga dan anak-anak untuk terlibat dalam pemanfaatan pekarangan untuk digunakan sebagai lahan untuk menanam berbagai jenis sayuran. Selain itu kegiatan ini sebagai sarana mengedukasi warga dan anak-anak untuk mengenal pertanian dilahan sempit guna mendukung program ketahanan pangan keluarga sebagai penyedia sumber pangan dan gizi keluarga yang sehat, serta menata lingkungan yang hijau dan asri.

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDAMPINGI KWT MENTARI

Dalam rangka mendampingi KWT Mentari sebagai KWT yang baru dibentuk atas swadaya dan  prakarsa mandiri dari ibu-ibu yang memiliki keinginan bercocoktanam di lingkungan komplek perumahan, maka diadakan kegiatan penyuluhan pada hari Sabtu, 17 April 2021, pukul 08.00 Wib – selesai. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertemuan yang kesekian kalinya dilakukan oleh KWT bersama penyuluh. Kegiatan penyuluhan pertanian  dilakukan di KWT Mentari Kel. Pondok Jaya Kec. Cipayung Kota Depok. Penyuluhan  dilakukan oleh penyuluh pertanian untuk wilayah binaan Kec. Cipayung yaitu Bapak Iqbal Kalbardi, SP. Penyuluhan dihadiri oleh pengurus dan anggota KWT serta beberapa warga disekitar kebun. Penyuluhan dilakukan di kebun KWT yang memanfaatkan fasos / fasum komplek perumahan yang sebelumnya sudah memperoleh izin pemanfaatan dari RT dan RW dimana kebun tersebut berada. Kebun ini pada awalnya adalah lahan fasilitas umum di komplek berupa tanah kosong yang   kurang termanfaatkan. Pemanfaatan baru berjalan kurang lebih selama 3 bulan terakhir yang diawali dengan kegiatan pembukaan/pembersihan lahan, pengolahan, dan penanaman. Saat ini kebun sudah dimanfaatkan untuk bercocok tanam dengan berbagai tanaman sayuran antara lain, kangkung, bayam merah, bayam hijau, selada, katuk, kelor, tanaman herbal seperti mint, tanaman ferugia seperti bunga matahari dan kenikir. Kebun ini kedepannya akan dilengkapi dengan beberapa jenis sayuran lainnya dan beberapa fasilitas yang mendukung kegiatan berkebun. Diharapkan dengan kegiatan penyuluhan ini, keberadaan dan keberlangsungan KWT Mentari beserta kegiatannya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anggota serta warga sekitarnya serta mendukung program pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan keluarga.

DKP3 Mengelar Lomba B2SA

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) kota Depok menggelar lomba Cipta Menu Beragam,Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Kegiatan ini dilaksankan pada hari Rabu tanggal 7 April 2021 di Aula Lt.10 Gedung Dibaleka II jalan Margonda Raya No.54 Depok. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida dan untuk Juri dari kegiatan ini dari Dinas Kesehatan Kota Depok, PKK kota Depok (Dra. Sri Ayu Rahayu, MM dan Ir Enny Fitri, M.Si). Peserta dari kegiatan ini perwakilan dari setiap kecamatan dikota Depok. Untuk Juara dari Lomba B2SA ini diraih oleh kecamatan Tapos sebagai juara ke-3 dan Kecamatan Beji sebagai Juara ke-2. Sedangkan untuk juara pertama/pemenang diraih oleh kecamatan Sukmajaya.

PENDAMPINGAN MASYARAKAT

Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu keharusan karena pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Menurut Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk  bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. Oleh Karena itu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan melakukan kegiatan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh penyuluh pertanian kota depok Bapak Agung Iryanto dengan KWT Karya Bunda Rw 020 kelurahan baktijaya kecamatan sukmajaya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat ditengah pandemic  Covid 19. Dengan adanya Pendampingan pemanfaatan pekarangan sangatlah tepat untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga secara optimal sebagai penghasil pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga. Untuk itu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok menganjurkan agar memanfaatkan setiap pekarangan rumah dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Kota Depok maupun secara mandiri. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola konsumsi pangan yang baik.

PELATIHAN KRPL DAN PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK KOTA DEPOK

Kawasan  Rumah Pangan Lestari diwujudkan dalam satu  Rukun  Tetangga  atau  Rukun Warga yang telah menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestari. Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan suatu keharusan. Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian dari waktu ke waktu. Oleh karena itu setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangandalam menyediakan pangan bagi keluarga. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok telah melaksanakan kegiatan pelatihan  Kawasan  Rumah Pangan Lestari dan pengolahan Limbah Organik selama 4 Hari di lokasi yang berbeda dengan Narasumber dari BPTP Jakarta. Rumah Pangan Lestari sendiri merupakan rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana untuk mendapatkan kebermanfaatan yang lebih dan menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.Kegiatan Pelatihan ini diikuti oleh beberapa KWT dikota Depok diantaranya KWT Kuntum mekar,KWT anggrek, KWT Khodijah 06,KWT Slendang Ratu beserta masyarakat setempat, Penyuluh Pertanian Kota Depok dan Team DKP3 Kota Depok. Prinsip dasar KRPL adalah pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), dan menjaga kelestariannya  dan meningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.         


Pekarangan Pangan Lestari

Pendampingan kegiatan P2L di kwt jahemanis dilakukan oleh penyuluh dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan kota depok bapak Chudori bersama bapak camat cilodong dan ibu lurah jatimulya. Kegiatan yang dilakukan ini adalah pemanfatan limbah rumah tangga untuk menanam sayuran. Kegiata ini dilakukan pada tanggal 17 maret 2021 dengan lokasi di salah satu lahan dikelurahan jatimulya kecamatan Cilodong.