SINERGITAS ANTARA KWT KECAMATAN CIPAYUNG DENGAN KELURAHAN CIPAYUNG JAYA DALAM PELATIHAN ANEKA OLAHAN PRODUK LOKAL

Kamis, 08 Oktober 2020

Sebagai realisasi usulan kegiatan pelatihan olahan dalam Musrenbang Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung tahun 2020 maka  telah diadakan pelatihan Aneka Olahan Pangan Lokal mulai dari hari Selasa, 06 Oktober 2020 sampai Kamis, 08 Oktober 2020 dengan sasaran 20 orang ibu-ibu rumah tangga dari Kelurahan Cipayung Jaya sebanyak 20 orang.  

Yang menarik narasumber dalam pelatihan ini adalah ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kecamatan Cipayung yaitu Ibu Purwaningsih dari KWT Sukses Bersama di Kelurahan Cipayung, Ibu Evi Riana dari KWT Lembah Griya Indah di Kelurahan Cipayung Jaya serta Ibu Komariah dari KWT Usaha Bersama di Kelurahan Pondok Jaya.  Menarik karena ibu-ibu narasumber ini adalah bukti nyata bagaimana mereka yang dulunya ibu rumah tangga biasa setelah mengikuti pelatihan aneka olahan pangan dengan pendampingan penyuluh pertanian  saat ini sudah bisa berproduksi dan membagikan ilmu serta pengalaman usahanya kepada para peserta pelatihan.  Diharapkan kedepannya para peserta bisa termotivasi untuk berani mencoba berproduksi, menjalankan Kerjasama usaha  bahkan berinovasi pada produknya sehingga bisa untuk menambah penghasilan keluarga.

Pada hari selasa dilaksanakan pelatihan olahan dari aci yaitu membuat cireng kriwil dan cilok.  Pada hari rabu diajarkan olahan dari ikan yaitu bakso dan otak otak siomay.  Selanjutnya pada hari kamis dipraktekkan olahan ayam yaitu nugget wortel, dimsum serta ekado.  Pelatihan ini menjadi kegiatan sinergitas yang sangat bagus dan saling menunjang  antara kelompok wanita tani binaan DKP3 dengan pihak kelurahan dan diharapkan bisa semakin berkembang kerjasamanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

CINTA ITU TUMBUH SEJAK 2007

Sabtu, 29 Agustus 2020

Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari terbentuk sejak tahun 2007 dan dalam perkembangannya hingga saat ini memiliki 15 orang anggota aktif.  Usaha anggota kelompok yang masih berjalan antara lain produksi susu kedelai, telur asin, sempol ayam serta minuman sehat belimbing wuluh.  Kelompok yang memiliki alamat sekretariat di jl. Pandawa No. 18 05/03 Kelurahan Tirtajaya Kecamatan Sukmajaya sejak terbentuk hingga saat ini masih rutin mengadakan pertemuan kelompok sebulan sekali kecuali dalam masa pandemi ini baru pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 dilaksanakan pertemuan lagi.  Pada pertemuan kelompok hari ini dihadiri oleh Ibu Ketua Tim Pengerak PKK Kelurahan Tirtajaya beserta pokja sebagai wujud pendampingan beserta kami selaku penyuluh pertanian untuk memberikan motivasi dan masukan membangun untuk KWT Subur Lestari.

Pertemuan kelompok sendiri sangat penting bagi kelompok untuk dilaksanakan secara rutin karena selain sebagai sarana silahturahmi,  juga sebagai wahana belajar bersama bagi kelompok.  Dalam pertemuan rutin ini para anggota bisa saling bertukar informasi, merencanakan kegiatan, saling bekerjasama dalam pemasaran produk  sehingga diharapkan bisa menguatkan kelembagaan kelompok , meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan para anggotanya.

Meski jarak rumah para anggota ada yang sangat jauh, karena cinta silaturahmi kelompok yang sudah terjalin dan bahkan para anggota yang sudah berumurpun tetap semangat menghadiri pertemuan kelompok.  Semoga KWT Subur Lestari terus solid dan makin berkembang untuk usaha para anggotanya.

PANEN BERSAMA BUNDA ELY

Selasa, 28 Juli 2020

Kelompok Wanita Tani (KWT) Khodhijah yang berada di RW 06 Kelurahan Ratu Jaya makin semangat mengembangkan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan berbagai tanaman sayuran diantaranya yang saat ini sangat disukai para anggota adalah tanaman kol.   Saat ini para anggota kelompok yang  makin mencintai menanam, bukan saja merasakan hasil panennya akan tetapi juga menghijaukan lingkungan sekitar yang tentunya menambah kenyamanan warga sekitar.

Tanaman kol sendiri berhasil dikembangkan di KWT Khodhijah hingga banyak masyarakat dari wilayah lain berkunjung dan ini menambah semangat para anggota KWT Khodhijah untuk lebih berhasil lagi dalam kegiatan ini.  Keberhasilan kegiatan KRPL ini membuat Ibu Ketua Tim Pengerak PKK Kota Depok, Bunda Elly berkenan melaksanakan panen Bersama pada hari Selasa, 28 Juli 2020 berserta jajaran kecamatan cipayung dan kelurahan Ratu Jaya.  Diharapkan kegiatan KRPL ini makin meluas dengan mimpi menjadikan RW 06 khususnya dan kelurahan Ratu Jaya khususnya sebagai kampung kol.

SELAYANG PANDANG KWT KHODHIJAH

Rabu, 22 Juli 2020

Kelompok Wanita Tani (KWT) Khodhijah yang berada di Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung terbentuk Tahun 2018 dan hingga saat ini masih aktif melaksanakan kegiatan olahan makanan dan budidaya pekarangan.  Untuk produk olahan diantaranya bawang goreng, bakso, siomay, juice botol dan lainnya.  Selain itu para anggota kelompok terus semangat memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, cabe, terong, labu madu bahkan kubis.   Pertemuan kelompok masih berjalan secara rutin setiap hari rabu.

Di KWT Khodijah saat ini ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa IPB sebanyak 8 orang yang diantara kegiatannya melakukan pendampingan budidaya sayuran.  Pada pertemuan kelompok hari ini dilaksanakan penyuluhan budidaya oleh tim KKN Mahasiswa dan juga kerjabakti di lahan KWT.  Dilakukan penyiangan tanaman yang gagal tumbuh dan penataan kebun.  Juga dilakukan pembuatan tempat cuci tangan untuk lingkungan.  Diharapkan KWT Khodhijah dengan tambahan pengetahuan wawasan serta motivasi akan lebih semangat dan sukses dalam kegiatannya dimasa yang akan datang.

Ubinan Situbagendit di Poktan Plered Lestari Tembus 11 ton Per Hektar

Meningkatnya alih fungsi lahan sawah menjadi pemukiman dan proyek pembangunan lainnya menekan suplai air irigasi ke lahan sawah para petani khususnya lahan anggota kelompok tani (poktan) Plered Lestari di Kelurahan Pangasinan, Kecamatan Sawangan.  Hal ini diperparah dengan perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan berkurang sehingga sangat meresahkan para petani.

Sebagai salah satu solusi mengahadapi kendala ini, Bidang Ketahanan Pangan dan pertanian DKP3 Kota Depok bekerjasama dengan penyuluh pertanian melakukan sosialisasi benih Situ Bagendit yang merupakan salah satu varietas padi gogo, tetapi mampu tumbuh baik pada lingkungan lahan sawah. Varietas ini tahan terhadap penyakit blas, agak tahan terhadap penyakit hawar daun, dan tahan terhadap penyakit tungro (Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian – Kementrian Pertanian).

Penyuluh pertanian melakukan pendampingan pada poktan Plered Lestari untuk uji demplot penanaman benih Situ Bagendit  ddan pada tanggal 4 Maret 2020 bersama petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok telah melaksanakan ubinan dengan hasil 11 ton/hektar gabah basah.  Hasil ini sangat mengembirakan dan diharapkan bisa menjadi motivasi para anggota poktan PLered Lestari khususnya dan petani Kota Depok secara umum untuk menanam Situ Bagendit sebagai solusi minimya air irigasi ke lahan sawah.  Diharapkan nantinya peningkatan produktivitas tanaman padi bisa semakin meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani.

Giat Poktan Sakati Makmur Demi Air Irigasi

Telah dilaksanakan kerjabakti di saluran irigasi Parakan Jati pada tanggal 05 Maret 2020 oleh para petani anggota poktan (kelompok tani) Sakati Makmur bekerjasama dengan PSDA ( Pengelola Sumber Daya Air) Provinsi Jawa Barat.  Saluran air yang bersumber dari sungai Pasangrahan ini berada di Desa Susukan, Kecamatan Sasak Panjang, Kabupaten Bogor.   Kegiatan kerjabakti ini biasanya dilaksanakan sebulan sekali dan seringkali dibantu warga RW 07 Kelurahan Pasir Putih untuk membersihkan sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah yang menghalangi aliran air ke kebun anggota kelompok Sakati Makmur dan petani  di Kelurahan Pasir Putih.

            Demi mendapatkan aliran air para petani dan warga rela dengan giat berjalan kaki menyusuri aliran irigasi sejauh kurang lebih 8 km.  Berdasarkan informasi dari PSDA Provinsi Jabar untuk anggaran perbaikan instalasi pintu air Parakan Jati yang rusak sudah diajukan dari tahun lalu ke pemerintah pusat dan masih menunggu realisasi.   Para petani di Kelurahan Pasir Putih khususnya anggota poktan Sakati Makmur mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan mereka sangat mengharapkan pasokan air lebih lancar agar menunjang produktivitas usaha tani mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

TAK HENTI BELAJAR, PENYULUH KOTA DEPOK BERLATIH BUDIDAYA MAGOT

Tak ada kata berhenti belajar bagi penyuluh Kota Depok,  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus memacu untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar bisa lebih meningkatkan pelayanan penyuluhan kepada para petani dan membantu para petani mengatasi permasalahan yang dihadapi. Mahalnya harga pakan yang bisa mencapai 60% lebih dari biaya produksi budidaya ternak maupun ikan mendorong upaya-upaya pengembangan pakan alternative yang murah dan mudah dikembangkan akan tetapi memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan ternak ataupun ikan yang dibudidayakan.  Salah satu terobosan yang saat ini mulai dikembangkan adalah budidaya Magot.

Maggot (Hermetia illucens Linnaeus) merupakan larva lalat black soldier yang yang tumbuh pada bahan organik yang membusuk seperti bangkai, buah, sayur busuk, dan lain-lain yang memiliki tekstur kenyal, berprotein tinggi serta memiliki kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami yang membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan.

Maggot

Maggot mungkin bagi sebagian orang menjijikan, padahal sebenarnya maggot merupakan pakan ikan murah yang kaya akan kandungan protein. Maggot atau belatung memiliki kandungan protein yang tinggi hingga 43% dan bila sudah dijadikan pelet kadar proteinnya sekitar 30-40%.

Penyuluh Kota Depok mengadakan pelatihan budidaya maggot pada Selasa, 16 Oktober 2018 di rumah Bapak Urip seorang pembudidaya maggot di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.  Beliau memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membuat kandang maggot seluas 2×3 meter persegi.

IMG-20181116-WA0005 IMG-20181116-WA0006

Budidayanya sendiri bisa juga dengan menggunakan ampas tahu, sabut kelapa, bekatul, dan sisa makanan.

Cara budidaya maggot dengan ampas tahu

Alat dan bahan

  • Wadah berupa ember, baskom, atau bak
  • Ampas tahu
  • Kotoran ternak (ayam, sapi, kambing atau yang lainnya)
  • Air
  • Daun pisang kering
  • Alat pengaduk

Langkah Budidaya

  • Masukkan ampas tahu ke dalam wadah (ember, drum, dan lainnya).
  • Masukkan juga kotoran ternak ke dalam wadah, kemudian tutup permukaanya menggunakan daun pisang kering agar lalat mau bertelur.
  • Letakkan wadah pada tempat yang teduh dan terlindung dari air hujan
  • 2-3 minggu kemudian maggot sudah siap dipanen.

Cara memanen maggot cukup mudah. Caranya, campurkan air pada media kultur kemudian saring untuk memisahkan belatung dengan media kultur.

Budidaya maggot dengan sabut kelapa

Cara budidaya maggot berikutnya adalah menggunakan sabut kelapa. Caranya, siapkan alat dan bahannya berupa:

  • Sabut kelapa
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek
  • Air limbah jeroan dan
  • Tali rafia.

Caranya:

  • Giling sabut kelapa hingga halus
  • Campurkan sabut kelapa giling dengan air limbah jeroan
  • Masukkan campuran sabut kelapa dan air limbah jeroan ke dalam wadah
  • Tutup menggunakan kantung kresek dan ikat dengan tali rafi
  • Tempatkan wadah pada tempat yang teduh dan diamkan selama 3 hari
  • 3 hari kemudian buka tutup dan pindahkan wadah ke tempat terbuka agar lalat dapat masuk dan bertelur
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Budidaya maggot dengan bekatul

Untuk budidaya maggot dengan bekatul, siapkan terlebih dahulu bahan dan alatnya

  • Dedak
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek hitam
  • Tali rafia

Caranya:

  • Cuci wadah menggunakan air panas
  • Masukkan bekatul ke dalam baskom dan siram dengan air secukupnya
  • Tutup wadah menggunakan kantong kresek dan ikat dengan tali rafia
  • Letakkan wadah pada tempat yang lembab dan biarkan hingga 3 hari
  • Setelah 3 hari buka tutup dan letakkan pada tempat yang terbuka
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Cara Budidaya Maggot Dengan Makanan Sisa

Makanan sisa yang bisa digunakan antara lain nasi basi atau yang lainnya. Untuk melakukan budidaya dengan menggunakan makanan sisa sangat mudah, siapkan saja wadah yang memiliki permukaan lebar lalu masukkan makakan sisa tersebut dalam wadah . Biarkan wadah tetap terbuka jangan ditutup agar lalat dapat masuk dan bertelur. Untuk media awal pembiakan telur Bapak Urip memilih menggunakan bungkil kelapa sawit karena dirasa paling cocok dan murah serta mudah dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.   Berdasarkan pengalaman 5 gram anakan maggot membutuhkan 65 kg pakan hingga masa panen dan tidak membutuhkan pemeliharaan yang susah.   Bapak Urip memilih sisa makanan warung makan sebagai sumber pakan karena mudah didapatkan bahkan gratis dan palatabilitasnya tinggi.  Satu hal yang tidak boleh dilupakan sampah organic sisa makanan ini harus dikeluarkan airnya, bisa dengan alat-alat yang sederhana agar tidak berbau dan cepat berjamur.  Untuk melakukan budidaya belatung tanpa bau, anda harus memilah sampah yang akan digunakan untuk budidaya. Dengan melakukan pemilahan sampah organik dengan sampah yang lain (anorganik) maka budidaya maggot tanpa bau akan lebih mudah dilakukan.

Kegiatan Pelatihan ini Diharapkan nantinya bisa disosialisasikan kepada para petani khususnya pembudidaya ayam maupun ikan untuk bisa membudidayakan maggot sendiri dirumah minimal untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan diharapkan kedepannya bisa berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

IMG-20181116-WA0020

GIAT KWT SELENDANG RATU DALAM MENDUKUNG KESUKSESAN P2WKSS

P2WKSS adalah program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera yang merupakan kegiatan lintas sektoral yang ditujukan untuk mengoptimalkan peranan wanita dalam mendukung kesejahteraan keluarga guna mencapai kualitas hidup yang lebih tinggi.  Salah satu hasil dari rangkaian kegiatan P2WKSS adalah terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) Selendang Ratu pada tanggal 6 Maret 2018 dengan 24 orang anggota yang disahkan dengan SK Lurah Ratu Jaya Nomor : 520 / 29A / Kemas dengan kelas kelompok pemula.

IMG-20181116-WA0018

 

KWT yang memiliki alamat sekretariat di Jl. Gandaria 1 N0.112 RT 005/RW 005 Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung ini dalam binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melaksanakan kegiatan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).  Dengan kegiatan KRPL ini KWT Selendang Ratu memanfaatkan lahan kosong yang ada dilingkungannya untuk dijadikan kebun bibit desa (KBD) dan dijadikan lahan kegiatan bersama para anggota KWT dengan ditanami berbagai macam sayuran dan toga diantaranya kelor, bayam merah, kangkung, okra, lidah buaya, belimbing, jambu biji merah serta masih banyak lainnya.  Para anggota merawat kebun ini bersama-sama dan ada jadwal piket untuk penyiramannnya.

Dalam pembinaan kelembagaan penyuluh pendamping aktif membina kelompok dalam pengelolaan kebun dan pengisian administrasi kelompok.  Sebagai wujud koordinasi kelompok dan wahana pembelajaran diadakan pertemuan rutin kelompok setiap bulannya pada minggu ke 2 dari hasil panen tanaman di KBD hasilnya dikumpulkan dalam kas kelompok dan digunakan untuk kepentingan kelompok terutama untuk keberlanjutan penanaman kebun. Pada tanggal 17 November 2018 kemarin panen perdana KWT Selendang ratu yang dihadiri oleh Bunda Elly Farida Diharapkan giat KWT Selendang ratu ini nantinya bisa mewarnai lingkungan sekitar untuk mengoptimalkan lahan di pekarangannya untuk ditanami tanaman sayuran dan toga yang terutama ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

 

 

 

 

 

PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN LELE

 

 

IMG-20180925-WA0009 IMG-20180925-WA0008 IMG-20180925-WA0007 IMG-20180925-WA0006 IMG-20180925-WA0005

 

Sabagai salah satu komoditi ikan air tawar, lele merupakan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat kota Depok. Produksinya di kota Depok memang tidak sebanyak ikan hias, misalkan, namun demikian para penyuluh perikanan di Dinas Ketahanan pangan, Pertanian dan Perikanan tetap mendorong para pembudidaya untuk terus meningkatkan produksinya. Selain dari itu, untuk meningkatkan konsumsi ikan khususnya ikan lele dan juga meningkatkan nilai ekonomi ikan lele, pada tanggal 20 September 2018 yang lalu telah dilaksanakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan Lele.

Pesertanya adalah para pelaku usaha pengolahan ikan di kota Depok. Setelah melalui seleksi yang juga melibatkan para penyuluh perikanan dan asosiasi UKM Pertanian, maka terkumpullah dua puluh orang peserta. Selama satu hari penuh mereka diberi tambahan ilmu dan keterampilan oleh narasumber dari Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Indri Mardiyana. Produk yang dibuat adalah rolade lele, empek-empek lele dan perkedel lele.

PROMOSI PRODUK – PRODUK PERIKANAN

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan mempromosikan kebiasaan mengkonsumsi Ikan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan bazar ikan dan produk-produk perikanan yang bertempat  di halaman gedung PBB pada hari Kamis-Jumat, 24-25 Mei 2018. Berbagai ikan segar dan beku ditampilkan seperti ikan cakalang, ikan tuna, ikan dori, ikan banjar, patin, kepala kakap, udang, cumi dan sebagainya.

Produk-produk olahannya pun tak luput dari serbuan pembeli yang didominasi oleh kalangan wanita seperti ebi furay, tuna steak, bandeng presto, pindang tongkol, cakalang asap, ikan asin, kerupuk ikan, dimsum, otak-otak, kaki naga dan sebagainya. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya selain memfasilitasi para pengusaha baik mikro maupun menengah yang bergerak di bidang perikanan, juga turut serta menggalakkan kebiasaan mengkonsumsi ikan dan olahannya yang banyak manfaatnya bagi kecerdasan dan kesehatan tubuh. Ibu Walikota Depok, Bunda Elly Farida selaku ketua Tim Forikan hadir pula pada acara ini beserta anggota tim lainnya.

 

Foto dari Nellizha1

Foto dari Nellizha

scanfly3

scanfly2

scanGemarikan

scanfly4

scanfly5

scanfly62

scanfly7