Pemeriksaan Hewan Kurba Sebelum Hari Raya Idul Adha

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok tengah melakukan pemeriksaan hewan sebelum hari raya Idul Adha. Sudah ada 103 lapak penjual hewan kurban, dan 9.531 ekor hewan kurban yang diperiksa oleh DKP3. Dengan rinciannya, 6.114 ekor sapi, 2.217 ekor kambing, 1.193 ekor domba, serta tujuh ekor kerbau. Dari 9.531 ekor hewan kurban masih ditemukan ratusan hewan yang belum layak kurban, serta puluhan hewan kurban yang dinyatakan mengalami gangguan kesehatan

Hewan kurban yang mengalami gangguan kesehatan mengalami penyakit seperti, flu, diare, sakit mata, dan sakit kulit. Sedangkan hewan kurban yang tidak layak kurban berupa belum cukup umur, cacat, dan bobot badan tidak sesuai atau kurus. Atas kondisi tersebut, pemilik hewan kurban diminta untuk melakukan penyembuhan hewan yang sakit, serta hewan yang belum cukup umur untuk tidak dijual kepada masyarakat yang ingin berkurban.

Monitoring Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban

Selasa 20 Juli 2021, Kepala DKPPP Kota Depok, Diah Sadiah memonitoring pelaksanaan pemotongan hewan kurban di UPTD RPH Kota Depok. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH R) Kota Depok mulai melaksanakan pemotongan hewan kurban pada hari H Idul Adha 1442 Hijriah. Terdapat sebanyak 160 ekor sapi yang telah selesai dipotong oleh petugas. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kota Depok telah sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.348-Hukham/2021 tentang protokol pemeriksaan, penjualan, dan penyembelihan hewan kurban, serta distribusi daging kurban selama pandemi Corona virus disease 2019 tahun 2021 M/1442 H. Termasuk, Surat Edaran Wali Kota Depok No. 443/371-Huk/DKP3 tentang perubahan atas surat edaran Wali Kota Depok No. 443/341-HUK/DKP3 tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah bencana non alam Covid-19 di Kota Depok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertaniandan Perikanan Kota depok menyampaikan sesuai dengan surat keputusan di atas, pemotongan hewan kurban dianjurkan pada hari Tasyrik untuk diluar RPH R yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, atau mulai Rabu-Jumat mendatang. Masyarakat didorong untuk mengindahkan aturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut. Permintaan pemotongan hewan kurban tahun ini cukup banyak. Namun kami sesuaikan dengan kemampuan RPH, sehingga proses penyembelihan tidak hanya untuk hari ini. Selain melihat proses pemotongan, petugas pengawasan hewan kurban DKPPP hari ini juga melakukan pemeriksaan antemortem di tempat-tempat di luar RPH.

Kunjungan Tim BBP3KP ke Pembudidaya Ikan Hias

Selasa 8 Juni 2021 dilakukan kunjungan kepembudidaya ikan hias yang ada di Kota Depok oleh Team Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3K) Jakarta. Kunjungan ini dilakukan setelah kegiatan pembukaan pelatihan pengolahan hasil perikanan oleh kepala BBP3KP beserta tim yang didampingi oleh kabid perikanan dan tim penyuluh perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Kunjungan ini dilakukan di dua tempat yaitu Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) ikan hias yang berada di kelurahan Sukmajaya dan kelompok ikan Hias Curug Jaya di Bojongsari dengan jenis ikan hias cupang, neon tetra, cardinal tetra dan rednose tetra. Dalam kunjungan dilakukan wawancara dan tanya jawab ke kelompok budidaya ikan hias terkait permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ikan hias, termasuk pemasaran ikan, hama dan penyakit. Tim BBP3KP juga memberikan masukan ke pembudidaya ikan untuk kedepan lebih baik lagi dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan teknis di Raiser Cibinong serta peluang-peluang bisnis yang bisa meningkatkan ekonomi pembudidaya. Kunjungan Tim BBP3KP ini dapat memberikan angin segar ke pembudidaya ikan hias agar semakin giat dalam mengembangkan dan memasarkan produk ikan hias  ini yang memang  diminati pasar dalam dan luar negeri.

Daya Tarik Limbah Rumah Tangga

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan yang diinginkan oleh masyarakat pada umumnya. Kenaikan jumlah penduduk sekaligus meningkatkan aktivitas masyarakat untuk melakukan produksi barang-barang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Aktivitas masyarakat yang semakin meningkat menghasilkan sisa-sisa hasil produksi yang tidak digunakan lagi atau yang lebih dikenal dengan sampah/limbah. Limbah ini setiap hari pasti ada terutama limbah rumah tangga dan dikenal sebagai limbah domestik. Limbah rumah adalah bahan sekali pakai yang dihasilkan oleh rumah tangga. Limbah ini dapat terdiri dari limbah tidak berbahaya dan limbah berbahaya. Melalui Warga Rw 09 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan, limbah ini dimanfaatkan menjadi pupuk cair dan padat. Kegiatan ini diberawal dari kepedulian warga terhadap sampah rumah tangga seperti sayuran dan kulit buah yang dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi ECO Enzim dan biokomposter. Manfaat dari ECO Enzim ini selain untuk menyuburkan tanah, tanaman, memperkuat/mempertajam cita rasa buah juga dapat digunakan sebagai cairan penetralisir air seperti saluran got menjadi jernih dan tidak berbau. Begitu juga dengan sampah sayuran dijadikan biokomposter berupa cairan yang bisa disiramkan ke tanaman sebagai pupuk cair dan pupuk padat. Selain itu ada warga yang memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran sistem hidroponik. Kegiatan ECO Enzim dikelurahan ini diprakarsai oleh Eyang Pertiwi dan kegiatan Biokomposer diprakarsai oleh ibu Lusia. Sedangkan Hidroponik dilakukan oleh bapak Mujiman sebagai penggerak warga. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Harapan Penyuluh Dinas Ketahanan, Pertanian dan Perikanan kota Depok Ibu Maya Rusniawati, A.Md “ Dari semangat Eyang Pertiwi, Ibu Lusia dan Bapak Mujiban perlu diteladani dimana usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan yang sudah dilakukan ini perlu dicontoh dan dilestarikan dalam menjaga keasrian lingkungan terutama lingkungan rumah sendiri. Dan diharapakan banyak lagi eyang-eyang berikutnya yang memperhatikan dan sadar bahwa ketahanan pangan keluarga itu sangat penting mulai dari memanfaatan pekarangan rumah sendiri, peningkatan kreativitas warga dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi daya guna dan ramah lingkungan.

Lomba Nacipera Falimruta Meningkatkan Kreativitas Warga Kelurahan Pengasinan

Lomba Nacipera Falimruta menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian warga kota Depok. Hal ini terlihat dari peningkatan kreatifitas masyarakat akan pemanfaatan limbah untuk bisa digunakan kembali dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Kegiatan kali ini dilakukan oleh sebagian masyarakat kelurahan pengasinan dengan pendampingan dari penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, pertanian dan Perikanan Ibu Maya Rusniawati, A.Md dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang dan bahan yang berguna, yang salah satu contohnya penggunaan barang  bekas layak pakai dan pengolahan pupuk organik, pestisida nabati dan ECO Enzim. Lokasi kegiatan dilaksanakan di perumahan BSI Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan.

Awal mula kegiatan penghijauan yang dilaksanakan di RW 12 kelurahan pengasinan ini berawal dari adanya pemutusan hubungan kerja sebagian besar warganya  karena pandemi covid-19. Seiring dengan banyaknya waktu luang dirumah sehingga kegiatan pemanfaatan pekarangan pun mulai digerakkan di RW 12 ini secara serentak untuk mengisi kekosongan  waktu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka  gerakan penghijauan pekarangan guna mempertahankan ketahanan pangan keluarga dan pengolahan sampah dapur yang didaur menjadi bahan yang berguna bagi tanah dan tanaman sehingga menjadikan lingkungan yang bebas polusi dan ramah lingkungan. Bahkan yang lebih menariknya kegiatan ini dilaksanakan di setiap gang mulai dari kutilang 11 sampai kutilang 17. Dari setiap gang ini mereka memanfaatkan rumah kosong untuk dijadikan rumah pembibitan, sehingga aktivitas mereka tidak terganggu oleh lalu lalang mobil yang masuk atau keluar. Selain itu di perumahan BSI ini, lahan pekarangan yang mereka miliki benar-benar dimanfaatkan sekali.

PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

Dalam rangka pelaksanaan sub kegiatan bimbingan dan penerapan persyaratan atau standar pada usaha pengolahan dan pemasaran skala mikro dan kecil tahun 2021 Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan Kota Depok melakukan kegiatan pelatihan pengolahan hasil perikanan pada hari Selasa 8 Juni 2021 di Wisma Hijau Jl. Mekarsari Raya No.15 Cimanggis. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala  Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan Kota Depok ibu Diah Sadiah, S.Sos. M.Si. Turut hadir pula dalam kegiatan ini kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan  (BBP3KP) dan peserta dari 5 kelompok budidaya ikan yang ada di Kota Depok. Tujuan pelatihan pengolahan hasil perikanan ini untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan peserta pelatihan terhadap GMP (Good Manufacturing Practice) atau yang lebih dikenal dengan istilah CPB (cara produksi yang baik) yang merupakan suatu pedoman atau prosedur guna menghasilkan produk yang baik dan materi lainnya adalah SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) atau prosedur operasional standar sanitasi dan merupakan pedoman persyaratan operasi sanitasi di UPI (Unit Pengolahan Ikan) untuk menjamin bahwa prosedur dan proses sanitasi dapat secara efisien mengendalikan bahaya keamanan pangan yang umum dijumpai di lingkungan pengolahan, serta kemampuan dalam berinovasi mengolah makanan dari bahan dasar Ikan. Selain materi tersebut ada pelatihan produk inovasi yaitu olahan dari ikan patin berupa Fish Skin yakni kerupuk kulit ikan dan Fish Chip yaknii kerupuk ikan patin. Pelatihan ini dibimbing oleh instruktur dari BBP3KP.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok  dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Dengan Urban Farming di Kota Depok baik dipertanian, peternakan termasuk perikanan diharapkan didukung oleh olahan-olahan Produk-produk pertanian dan perikanan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama dalam peneyediaan pangan apalagi dimasa pandemi Covid-19. Semua Jenis Olahan Harus memenuhi Standart GMP dan SSOP sehingga para peserta pelatihan diharapkan mengikuti dengan baik pelatihan ini”

Hal ini mendorong Bidang Perikanan Dinas Katahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok untuk melakukan pembinaan pada budidaya perikanan baik ikan konsumsi maupun ikan hias serta produk produk perikanan termasuk olahan berbahan baku ikan. Dengan produk perikanan diharapakan semakin mendukung ketahanan pangan, pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat Kota Depok

PENILAIAN LOMBA MENANAM CINTA DI PEKARANGAN DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RUMAH TANGGA (NACIPERA FALIMRUTA)

Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, Pemerintah Kota Depok mendorong masyarakat untuk melakukan penyediaan pangan yang sehat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sesuai konsep urban farming. Oleh karena itu dilaksanakan Lomba Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga” (Nacipera Falimruta) yang melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan se-Kota Depok. Beberapa mekanisme kegiatan lomba sudah dilakukan dari bulan april 2021 mulai dari sosialisasi kegiatan, pendampingan kegiatan sampai dengan saat ini proses penilaian. Proses penilaian ini sudah dilakukan sejak tanggal 7 -11 mei 2021 dengan melibatkan beberapa stakeholder dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan kota depok beserta team dari dinas ketahanan pengan pertanian dan perikanan kota depok sendiri. Kegiatan penilaian ini dibuka oleh Kasie Pertanian DKP3 kota depok Bapak Harry Adam F., S.TP.,MM. Beliau menyampaikan ” Bahwa dalam rangka program Quickwin 100 hari Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Pemerintah kota Depok mengadakan gerakan menanam dipekarangan dengan tema Nacipera Falimrunta dan untuk memotivasi masyarakat gerakan ini dilombakan dengan harapan menjadi gerakan yang terus mengalir dalam memberdayakan rumah tangga dan masyarakat dalam menyediakan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatn pekarangan dan lahan disekitar tempat tinggal”.

Penilaian hari pertama dilakukan dikelurahan Sukmajaya dan Cipayung. Kemudian untuk hari berikutnya dikelurahan Beji, Limo dan Cinere. Sedangkan untuk hari ke tiga dilakukan di kelurahan sawangan dan bojongsari dilanjut hari berikutnya di kelurahan pancoran mas, Cilodong. dan untuk hari terakir dilakukan dikelurahan Tapos dan Cimanggis. Dengan adanya kegiatan lomba ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan yang sehat di masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang biasanya dibuang sia-sia dan mengganggu lingkungan, bisa dimanfaatkan kembali menjadi tempat tanam, bibit, media tanam, pupuk organik cair, dan  pestisida nabati. Dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pekarangan rumah yang hijau, bersih dan sehat.

Bantuan Benih Ikan ke Yayasan Amanah Crisis Care Centre (3C)

Kegiatan penyerahan bantuan ikan nila sebanyak 1500 ekor dan ikan lele sebanyak 1500 ekor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok kepada Yayasan Amanah Crisis Care Centre yang berkantor di Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok. Penyerahan bantuan benih tersebut dilakukan melalui Balai Benih Ikan yang berada di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari yang dilakukan pada hari Jumat 30 April 2021 oleh penyuluh perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok bapak Budianto.

Ikan memiliki kandungan nutrisi yang banyak dan Ikan juga memiliki manfaat baik bagi orang dewasa saja tetapi juga sangat baik untuk anak kecil terutama dalam masa tumbuh kembangnya karena akan berpengaruh pada perkembangan otak anak. Kegiatan bantuan ikan ini bertujuan agar dapat meningkatkan produksi perikanan dikota Depok dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dimasa pandemi. Selain itu dengan bantuan benih ikan ini diharapkan bisa meningkatkan populasi ikan di kota depok yang saat ini masih kurang, kemanfaatan bantuan ini diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kota depok dan diharapkan dapat membantu  mengatasi permintaan ikan yang semakin tinggi.



Bantuan Benih Ikan ke Warga Pokdakan Berkah

Kegiatan penyerahan bantuan ikan Nila sebanyak 5.000 ekor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kota Depok melalui Balai Benih Ikan yang berada di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari terhadap Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Berkah Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Kota Depok dilakukan pada hari Jumat 23 April 2021. Kegiatan bantuan ikan ini bertujuan agar dapat meningkatnya produksi perikanan dikota Depok. Selain ke pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) benih ikan juga diberikan pada organisasi masyarakat seperti karang taruna, RT & Rw dalam hal ini untuk ketahanan pangan dimasa pandemi. Pemberian bantuan benih ikan ini diharapkan bisa meningkatkan populasi ikan di kota depok yang saat ini  masih kurang dan pemanfaatan bantuan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kota depok untuk pembangunan perekonomian berbasis pemberdayaan masyarakat, ekonomi kerakyatan dan potensi unggulan lokal dapat terlaksana dengan optimal. Pada akhirnya pemberian benih ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan sehingga bisa memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi lapangan pekerjaan masyarakat dan meingkatan ekonomi msayarkat kota depok khususnya rumah tangga perikanan.

Panen Cinta di Pekarangan Poktan Samindo

Kelompok tani (Poktan) Samindo terbentuk pada Januari 2015 beranggotakan warga perumahan Samudra Indonesia di RW 06 Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas.  Kelompok ini mewadahi anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk berbudidaya pertanian. Dengan keterbatasan lahan yang ada kelompok tani samindo memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di masing-masing rumah, anggota juga mengusahakan bersama lahan fasum yang juga menjadi tempat kegiatan yang lain seperti poswindu dan bank sampah.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok telah memberikan bantuan bibit pohon alpukat dan juga benih aneka sayuran. Selanjutnya bibit dan sayuran telah ditanam di lahan dan instalasi swadaya kelompok. Sangat menarik minat masyarakat sekitar untuk membeli sayuran segar yang dipanen karena merupakan sayuran sehat tanpa pestisida dan ada juga yang dibudidayakan secara hidroponik.  Hingga sekarang poktan samindo tidak pernah kesulitan dalam menjual hasil panen bahkan masyarakat sekitar sudah menantinya. Semoga kegiatan panen cinta di pekarangan poktan samindo ini menginspirasi masyarakat sekitarnya untuk semakin cinta menanam di pekarangan rumah dan lingkungannya untuk mendapatkan sayuran pangan yang segar sehat, bernilai ekonomis serta menghijaukan lingkungannya.