TAK HENTI BELAJAR, PENYULUH KOTA DEPOK BERLATIH BUDIDAYA MAGOT

Tak ada kata berhenti belajar bagi penyuluh Kota Depok,  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus memacu untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar bisa lebih meningkatkan pelayanan penyuluhan kepada para petani dan membantu para petani mengatasi permasalahan yang dihadapi. Mahalnya harga pakan yang bisa mencapai 60% lebih dari biaya produksi budidaya ternak maupun ikan mendorong upaya-upaya pengembangan pakan alternative yang murah dan mudah dikembangkan akan tetapi memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan ternak ataupun ikan yang dibudidayakan.  Salah satu terobosan yang saat ini mulai dikembangkan adalah budidaya Magot.

Maggot (Hermetia illucens Linnaeus) merupakan larva lalat black soldier yang yang tumbuh pada bahan organik yang membusuk seperti bangkai, buah, sayur busuk, dan lain-lain yang memiliki tekstur kenyal, berprotein tinggi serta memiliki kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami yang membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan.

Maggot

Maggot mungkin bagi sebagian orang menjijikan, padahal sebenarnya maggot merupakan pakan ikan murah yang kaya akan kandungan protein. Maggot atau belatung memiliki kandungan protein yang tinggi hingga 43% dan bila sudah dijadikan pelet kadar proteinnya sekitar 30-40%.

Penyuluh Kota Depok mengadakan pelatihan budidaya maggot pada Selasa, 16 Oktober 2018 di rumah Bapak Urip seorang pembudidaya maggot di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.  Beliau memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membuat kandang maggot seluas 2×3 meter persegi.

IMG-20181116-WA0005 IMG-20181116-WA0006

Budidayanya sendiri bisa juga dengan menggunakan ampas tahu, sabut kelapa, bekatul, dan sisa makanan.

Cara budidaya maggot dengan ampas tahu

Alat dan bahan

  • Wadah berupa ember, baskom, atau bak
  • Ampas tahu
  • Kotoran ternak (ayam, sapi, kambing atau yang lainnya)
  • Air
  • Daun pisang kering
  • Alat pengaduk

Langkah Budidaya

  • Masukkan ampas tahu ke dalam wadah (ember, drum, dan lainnya).
  • Masukkan juga kotoran ternak ke dalam wadah, kemudian tutup permukaanya menggunakan daun pisang kering agar lalat mau bertelur.
  • Letakkan wadah pada tempat yang teduh dan terlindung dari air hujan
  • 2-3 minggu kemudian maggot sudah siap dipanen.

Cara memanen maggot cukup mudah. Caranya, campurkan air pada media kultur kemudian saring untuk memisahkan belatung dengan media kultur.

Budidaya maggot dengan sabut kelapa

Cara budidaya maggot berikutnya adalah menggunakan sabut kelapa. Caranya, siapkan alat dan bahannya berupa:

  • Sabut kelapa
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek
  • Air limbah jeroan dan
  • Tali rafia.

Caranya:

  • Giling sabut kelapa hingga halus
  • Campurkan sabut kelapa giling dengan air limbah jeroan
  • Masukkan campuran sabut kelapa dan air limbah jeroan ke dalam wadah
  • Tutup menggunakan kantung kresek dan ikat dengan tali rafi
  • Tempatkan wadah pada tempat yang teduh dan diamkan selama 3 hari
  • 3 hari kemudian buka tutup dan pindahkan wadah ke tempat terbuka agar lalat dapat masuk dan bertelur
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Budidaya maggot dengan bekatul

Untuk budidaya maggot dengan bekatul, siapkan terlebih dahulu bahan dan alatnya

  • Dedak
  • Baskom atau bak
  • Kantong kresek hitam
  • Tali rafia

Caranya:

  • Cuci wadah menggunakan air panas
  • Masukkan bekatul ke dalam baskom dan siram dengan air secukupnya
  • Tutup wadah menggunakan kantong kresek dan ikat dengan tali rafia
  • Letakkan wadah pada tempat yang lembab dan biarkan hingga 3 hari
  • Setelah 3 hari buka tutup dan letakkan pada tempat yang terbuka
  • Seminggu kemudian maggot siap dipanen

Cara Budidaya Maggot Dengan Makanan Sisa

Makanan sisa yang bisa digunakan antara lain nasi basi atau yang lainnya. Untuk melakukan budidaya dengan menggunakan makanan sisa sangat mudah, siapkan saja wadah yang memiliki permukaan lebar lalu masukkan makakan sisa tersebut dalam wadah . Biarkan wadah tetap terbuka jangan ditutup agar lalat dapat masuk dan bertelur. Untuk media awal pembiakan telur Bapak Urip memilih menggunakan bungkil kelapa sawit karena dirasa paling cocok dan murah serta mudah dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.   Berdasarkan pengalaman 5 gram anakan maggot membutuhkan 65 kg pakan hingga masa panen dan tidak membutuhkan pemeliharaan yang susah.   Bapak Urip memilih sisa makanan warung makan sebagai sumber pakan karena mudah didapatkan bahkan gratis dan palatabilitasnya tinggi.  Satu hal yang tidak boleh dilupakan sampah organic sisa makanan ini harus dikeluarkan airnya, bisa dengan alat-alat yang sederhana agar tidak berbau dan cepat berjamur.  Untuk melakukan budidaya belatung tanpa bau, anda harus memilah sampah yang akan digunakan untuk budidaya. Dengan melakukan pemilahan sampah organik dengan sampah yang lain (anorganik) maka budidaya maggot tanpa bau akan lebih mudah dilakukan.

Kegiatan Pelatihan ini Diharapkan nantinya bisa disosialisasikan kepada para petani khususnya pembudidaya ayam maupun ikan untuk bisa membudidayakan maggot sendiri dirumah minimal untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan diharapkan kedepannya bisa berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

IMG-20181116-WA0020

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply