MONITORING PERCONTOHAN PENANAMAN PADI

Kegiatan monitoring dilakukan oleh penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan kota Depok. Dimana proses rutin pengumpulan data ini bertujuan untuk mengukur kemajuan atas program yang sedang dilakukan oleh masyarakat dengan harapan untuk mengetahui keberhasilan program sistem hidroganik dikota Depok sehingga bisa memberikan dan menggerakan petani kota depok untuk mengikuti kegiatan ini. Monitoring yang dilakukan  saat ini berkaitan dengan demplot percontohan penanaman padi dengan sistem hidroganik. Teknologi hidroganik adalah sistem budidaya yang memadukan sistem hidroponik dan tanpa bahan kimia (organic). Perpaduan keduanya menghasilkan suatu sistem dimana budidaya tanaman dilakukan tanpa media tanah dan menggunakan pupuk organic alami yang berasal dari hewan, umumnya dari kotoran ikan yang mengalir bersamaan dengan aliran air kolam melalui pipa-pipa, bisa juga ditambah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Kegiatan ini melibatkan beberapa kelompok, demonstrator, penyuluh wilayah binaan, kelurahan pengasinan, koordinator balai pelatihan pertanian sawangan dan petugas pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Kegiatan Hidroganik ini telah dilakukan kelompok tani terpadu angsana rw 12 kelurahan pengasinan kecamatan sawangan. Kegiatan yang telah dilakukan ini melalui beberapa tahapan diantaranya mulai dari penyiapan sarana dan prasarana seperti rak penanaman, benih unggul dan air. Penyiapan sarana dan prasarana ini dilakukan secara swadaya. Kemudian tahap selanjutnya yaitu melakukan proses penanaman. Setelah dilakukan proses penanaman dilakukan proses pemeliharaan, pengawasan penanganan dan penanggulangan hama penyakit sampai dengan masa panen dan pasca panen. Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu memberikan edukasi penanaman secara tradisional dilahan sawah dan modern dengan sistem hidroganik. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga disaat pandemic Covid-19. Begitu sederhananya sistem hidroganik, hemat waktu, tenaga, dan biaya, namun mampu menghasilkan produk bermutu secara kualitas maupun kuantitas. Sehingga diharapkan akan mampu menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian dengan ide-ide kreatif yang dapat menggerakan sektor pertanian menuju swasembada pangan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply