Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga (Nacipera Falimruta )

Arus alih fungsi lahan yang sangat tinggi mau tidak mau mengerus ketersediaan lahan pertanian di Kota Depok. Sementara itu Kota Depok juga harus terus meningkatkan produksi pangannya untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Pengoptimalan pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu solusinya. Pandemi covid-19 membuka peluang banyaknya waktu luang yang bisa diisi dengan banyak kegiatan produktif diantaranya kegiatan pertanian perkotaan (Urban farming). Nacipera Falimruta hadir sebagai langkah pengoptimalan urban farming di lahan pekarangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga yang ada di dapur keluarga.

Dengan Nacipera Falimruta diharapkan bisa meningkatkan ketersediaan pangan yang sehat dan mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga. Selain itu limbah rumah tangga bisa ditingkatkan manfaatnya menjadi tempat tanam, bibit, media tanam, pupuk organic cair serta pestisida nabati. Pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan kualitas lingkungan pekarangan rumah yang hijau, bersih serta sehat sesuai konsep HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur Indah Nyaman).

Pemerintah Daerah Kota Depok mengadakan lomba Nacipera Falimruta dengan penilaian 10 RW terbaik, 3 lurah serta  3 camat pendamping Nacipera Falimruta. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di masing-masing keluarga maka budidaya di pekarangan bisa dilakukan dengan mudah murah serta menghasilkan nilai ekonomis. Meningkatkan pendapatan, menghijaukan  lingkungan serta mendorong ketersediaan pangan keluarga.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply