PENILAIAN LOMBA MENANAM CINTA DI PEKARANGAN DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RUMAH TANGGA (NACIPERA FALIMRUTA)

Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, Pemerintah Kota Depok mendorong masyarakat untuk melakukan penyediaan pangan yang sehat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sesuai konsep urban farming. Oleh karena itu dilaksanakan Lomba Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga” (Nacipera Falimruta) yang melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan se-Kota Depok. Beberapa mekanisme kegiatan lomba sudah dilakukan dari bulan april 2021 mulai dari sosialisasi kegiatan, pendampingan kegiatan sampai dengan saat ini proses penilaian. Proses penilaian ini sudah dilakukan sejak tanggal 7 -11 mei 2021 dengan melibatkan beberapa stakeholder dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan kota depok beserta team dari dinas ketahanan pengan pertanian dan perikanan kota depok sendiri. Kegiatan penilaian ini dibuka oleh Kasie Pertanian DKP3 kota depok Bapak Harry Adam F., S.TP.,MM. Beliau menyampaikan ” Bahwa dalam rangka program Quickwin 100 hari Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Pemerintah kota Depok mengadakan gerakan menanam dipekarangan dengan tema Nacipera Falimrunta dan untuk memotivasi masyarakat gerakan ini dilombakan dengan harapan menjadi gerakan yang terus mengalir dalam memberdayakan rumah tangga dan masyarakat dalam menyediakan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatn pekarangan dan lahan disekitar tempat tinggal”.

Penilaian hari pertama dilakukan dikelurahan Sukmajaya dan Cipayung. Kemudian untuk hari berikutnya dikelurahan Beji, Limo dan Cinere. Sedangkan untuk hari ke tiga dilakukan di kelurahan sawangan dan bojongsari dilanjut hari berikutnya di kelurahan pancoran mas, Cilodong. dan untuk hari terakir dilakukan dikelurahan Tapos dan Cimanggis. Dengan adanya kegiatan lomba ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan yang sehat di masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang biasanya dibuang sia-sia dan mengganggu lingkungan, bisa dimanfaatkan kembali menjadi tempat tanam, bibit, media tanam, pupuk organik cair, dan  pestisida nabati. Dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pekarangan rumah yang hijau, bersih dan sehat.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply