Daya Tarik Limbah Rumah Tangga

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan yang diinginkan oleh masyarakat pada umumnya. Kenaikan jumlah penduduk sekaligus meningkatkan aktivitas masyarakat untuk melakukan produksi barang-barang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Aktivitas masyarakat yang semakin meningkat menghasilkan sisa-sisa hasil produksi yang tidak digunakan lagi atau yang lebih dikenal dengan sampah/limbah. Limbah ini setiap hari pasti ada terutama limbah rumah tangga dan dikenal sebagai limbah domestik. Limbah rumah adalah bahan sekali pakai yang dihasilkan oleh rumah tangga. Limbah ini dapat terdiri dari limbah tidak berbahaya dan limbah berbahaya. Melalui Warga Rw 09 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan, limbah ini dimanfaatkan menjadi pupuk cair dan padat. Kegiatan ini diberawal dari kepedulian warga terhadap sampah rumah tangga seperti sayuran dan kulit buah yang dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi ECO Enzim dan biokomposter. Manfaat dari ECO Enzim ini selain untuk menyuburkan tanah, tanaman, memperkuat/mempertajam cita rasa buah juga dapat digunakan sebagai cairan penetralisir air seperti saluran got menjadi jernih dan tidak berbau. Begitu juga dengan sampah sayuran dijadikan biokomposter berupa cairan yang bisa disiramkan ke tanaman sebagai pupuk cair dan pupuk padat. Selain itu ada warga yang memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran sistem hidroponik. Kegiatan ECO Enzim dikelurahan ini diprakarsai oleh Eyang Pertiwi dan kegiatan Biokomposer diprakarsai oleh ibu Lusia. Sedangkan Hidroponik dilakukan oleh bapak Mujiman sebagai penggerak warga. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Harapan Penyuluh Dinas Ketahanan, Pertanian dan Perikanan kota Depok Ibu Maya Rusniawati, A.Md “ Dari semangat Eyang Pertiwi, Ibu Lusia dan Bapak Mujiban perlu diteladani dimana usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan yang sudah dilakukan ini perlu dicontoh dan dilestarikan dalam menjaga keasrian lingkungan terutama lingkungan rumah sendiri. Dan diharapakan banyak lagi eyang-eyang berikutnya yang memperhatikan dan sadar bahwa ketahanan pangan keluarga itu sangat penting mulai dari memanfaatan pekarangan rumah sendiri, peningkatan kreativitas warga dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi daya guna dan ramah lingkungan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply