DKP3 KOTA DEPOK SOSIALISASIKAN PENYAKIT RABIES

 IMG-20170929-WA0023

IMG-20170929-WA0016

IMG-20170929-WA0039IMG-20170929-WA0015       Dalam rangka memperingati Hari Rabies Dunia yang jatuh pada tanggal 28 September, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok mengagendakan sejumlah kegiatan sosialisasi mengenai penyakit rabies atau yang juga dikenal dengan penyakit anjing gila. Tepat pada Hari Rabies Dunia (28 September) Kepala DKP3 Kota Depok Farah Mulyati SH., M.Si menyampaikan bahwa” DKP3 akan memberikan pelayanan gratis vaksinasi rabies untuk Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, musang dan lain lain dan kepada masyarakat penyayang binatang, bisa datang ke area parkir dibelakang gedung perpustakaan Kota Depok dengan membawa hewan kesayangannya untuk divaksinasi. Tujuan dari vaksinasi ini adalah mencegah adanya virus rabies pada hewan yang berpotensi menularkan pada hewan lain atau manusia. Diharapkan dengan vaksinasi ini Kota Depok akan terbebas dari Rabies.” ujarnya. Tidak hanya itu DKP3 juga akan mengadakan sosialisasi kepada sekitar 400 siswa dari empat sekolah yaitu SMP 1, 2, 3 dan Mardi Yuana.”Sosialisasi dilakukan di sekolah masing-masing dengan mendatangkan narasumber dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dibantu oleh mahsiswa FKH IPB. Peserta sosialisasi di masing-masing sekolah sebanyak 100 siswa,”pungkasnya.Kepala Bidang peternakan dan kesehatan hewan DKP3 kota depok, Dede Zuraidah, menambahkan, virus rabies terdapat disusunan syaraf pusat dan air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu, penularan virus rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan. ”Gejala-gejla rabies pada hewan timbul kurang lebih 2-8 minggu. Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada dalam dan parahnya luka bekas gigitan, luka-luka gigitan, banyaknya syaraf di sekitar luka gigtan, pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan, serta jumlah luka gigitan,” paparnya. Dede mengutarakan, gejala penyakit rabies dikenal dalam 3 bentuk, yakni bentuk ganas(furious rabies). Pada bentuk ini masa eksitasi panjang, kebanykan akan mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. ”tanda-tanda yang sering terlihat, yaitu hewan menjadi penakut atau menjadi galak, senang bersembunyi ditempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif, tidak munurut perintah majikanya, nafsu makan hilang, air liur meleleh tak terkendali, hewan akan menyerang benda yang ada di sekitar dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb, menyerang dan mengigit barang bergerak apa saja yang di jumpai, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan, serta ekor di antara 2(dua) paha,” jelasnya. Lebih lanjut di utarakanya,gejala selainya adalah bentuk diam (dumb rabies). Pada gejala ini masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi. Tanda-tanda yang sering terlihat, yakni bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk, kejang-kejang berlangsung sangat singkat,bahkan sering tidak terlihat, lumpuh,tidak dapat menelan,mulut terbuka,air liur keluar terus menerus(berlebihan), serta mati tiba-tiba gejala lainya adalah bentuk asystomatis. Hewan tidak menunjukkan gejala sakit dan hewan tiba-tiba mati. Dede juga memaparkan mengenai tanda-tanda penyakit anjing gila pada manusia. Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing,dan kera, dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang,sakit kepala, tidak bisa tidur,demam tinggi,mual atau muntah-muntah. Selanjutnya, adanya rasa panas(nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup, takut dengan air, suara keras cahaya dan angin, air liur dan air mata keluar berlebihan, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan. Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda penyakit pertama timbul. ”Langkah yang perlu dikerjakan apabila gigitan anjing, yakni mencuci luka gigitan dengan sabun atau diterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir atau diguyur. Kemudian luka dibeli alkohol 70% atau yodium tincture. Setelah itu, pergi secepatnya ke puskesmas atau dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan, ”imbuhnya. Hal ini yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melaporkan kejadian penggigitan tersebut kepada petugas DKP3 kota depok. Menurut Dede, seluruh anggota masyarakat dapat berperan dalam pembebasan rabies. Caranya adalah dengan melakukan vaksinasi hewan peliharaan, mencari tahu informasi tentang rabies terutama bagaimana tindakan pencegahan dan penanganan pertama luka gigitan anjing. ”Kemudian, ikut membantu mengurangi anjing liar yang tidak berpemilikan dengan cara melaporkan kepada DKP3 atau organisasi penyayang hewan, serta membuang sampah pada tempat sampah tertutup, sehingga anjing liar tidak dapat memakan sisa makanan. Selain itu, ikut memberitahu dan mengingatkan anggota keluarga, krabat, teman, dan tetangga terkait rabies,”Katanya.

dikutip dari :

Radar Depok, Edisi Senin 25 Sept. 2017

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply