PENEBARAN BENIH DI SETU PENGASINAN OLEH GUBERNUR JAWA BARAT

 

IMG-20180112-WA0009_ppid

IMG-20180112-WA0028Penebaran benih ikan (Restocking) di Setu Pengasinan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal  11 januari 2018 merupakan salah satu program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas  Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya ikan di perairan umum. Selain itu juga diharapkan ikan yang ditebar nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam rangka pemenuhan gizi melalui peningkatan asupan protein asal hewan.

Dalam kegiatan ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penebaran sebanyak 2,5 juta ekor benih ikan dari berbagai jenis ikan yang bisa berkembangbiak di perairan umum, seperti udang galah, nila, mas, nilem, tawes, lalawak, grasscarp dan tambakan. Kegiatan penebaran benih selain dihadiri oleh Gubenur Jawa Barat juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat dan  perwakilan dari pemerintah Kota Depok antara lain Asisten Ekonomi Pembangunan dan Sosial Bpk. Ir. Herman Hidayat MT, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Farah Mulyati, SH., M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dr.Ir. Sidik Mulyono Eng. serta  Camat Sawangan beserta jajarannya.

Gubernur berpesan agar benih ikan yang sudah ditebar dijaga kelestariannya untuk dimanfaatkan setelah ukurannya mencapai ukuran konsumsi sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya. Selain itu juga program ini direncanakan akan terus dilanjutkan mengingat potensi perairan umum di Kota Depok khususnya setu sangat berlimpah dan harus tetap dijaga kelestariannya.

KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA DPRD KE DKP3

-

Kunker DPRD Bogor

Kunker DPRD Serang

Kunker DPRD Serang

Pada saat yang berdekatan DKP3 telah menerima kedatangan tamu dari dua kota yang berbeda yaitu anggota DPRD Kota Serang dan DPRD Kota Bogor. Komisi 2 dan komisi 3 DPRD Kota Serang berkunjung pada hari Selasa, 24 Oktober 2017 sedangkan DPRD Kota Bogor pada hari Rabu, 25 Oktober 2017.

Sebagai daerah yang memiliki kesamaan karakter yaitu daerah perkotaan, mereka ingin mengetahui strategi atau kebijakan yang telah dijalankan di kota Depok dalam mengelola pertanian perkotaannya.  DKP3 Kota Depok berusaha menyiasati kelemahan dan kekurangan dan mengoptimalkan kelebihan yang ada untuk dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Kekurangan yang ada antara lain keterbatasan luas lahan. Adapun strateginya dengan mencoba penggunaan teknologi pertanian agar meningkatkan nilai jualnya. Sebagai contoh, alih-alih menanam di lahan secara konvensional maka ditanam dengan metode hidroponik dan semi organik kemudian menjual hasil panennya ke pasar-pasar modern yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

 

DKP3 Mengikuti HPS di Pontianak

hasil resize2hasil resize4hasil resize3

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) mengikuti Kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 37 di Pontianak Kalimantan barat. Acara yang dibuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaeman itu dilaksanakan pada tanggal 19- 22 Oktober 2017 di Markas Kodam XII Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, propinsi Kalimantan Barat.  Kota Depok terpilih menjadi Perwakilan provinsi Jawa Barat dalam Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman ( LCM B2SA) tingkat  Nasional yang merupakan bagian dari kegiatan HPS. Lomba tersebut dilaksanakan sehari sebelum pembukaan HPS dan bertujuan untuk memasyarakatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Kepala DKP3 Farah Mulyati, SH.,M.Si. yang didampingi oleh Kabid Ketahanan Pangan Ir. Hermin Kusmiati  beserta jajarannya ikut memberikan dukungan kepada  Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kota Depok. Ketua TP.PKK Kota Depok Hj. Elly Farida  turut mendampingi   Tim dalam Lomba Cipta Menu B2SA yang diikuti oleh 34 kabupaten/Kota di Indonesia. Dalam lomba tersebut Propinsi Jawa Barat yang diwakili kota Depok meraih juara harapan 1, sedangkan  juara 1 diraih oleh Provinsi Jawa Timur, juara, 2 provinsi Jawa Tengah dan Juara ke 3 diraih oleh provinsi Bengkulu. Kendati tidak meraih juara Umum keikutsertaan Tim PKK Kota Depok di ajang nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga dan patut mendapatkan apresiasi.

DKP3 Kota Depok juga ikut berpartisipasi dalam  pameran  produk-produk pertanian yang diikuti oleh 197 stand Kementerian/lembaga terkait, BUMN, Pemerintah Daerah, organisasi internasional dan perusahaan swasta di bidang pertanian.  Stand DKP3 Kota Depok menjadi salah satu primadona dalam kegiatan tersebut. Tidak lama setelah pembukaan pameran  para pengunjung langsung   memadati  stand, mereka  tertarik dengan produk-produk yang dipamerkan terutama belimbing segar dan juga jus belimbing . Belimbing dewa yang merupakan Ikon Kota Depok mendapat perhatian dan minat yang besar dari pengunjung pameran.  Keistimewaan  belimbing tersebut adalah bentuknya yang relatif  lebih besar dari belimbing daerah lain,   warnanya  kuning keemasan, serta rasanya  yang manis dan menyegarkan sehingga membuat pengunjung tertarik untuk mencicipinya.

Puncak Peringatan HPS ke-37 resmi ditutup oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementrian Pertanian Agung Hendriadi. Pada kesempatan itu Agung Hendriadi yang juga selaku Ketua Panitia Pusat HPS telah menyerahkan estafet kepada Tuan Rumah  HPS 2018 yang akan diselenggarakan di provinsi Kalimantan Selatan.

PEMILIHAN KETUA KTNA DI KOTA DEPOK

IMG-20171011-WA0003IMG-20171011-WA0002

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) adalah Kontak tani  nelayan yang diandalkan dan dipilih untuk mewakili aspirasi petani nelayan dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat nasional yang diputuskan dalam suatu musyawarah di tingkatnya serta ditetapkan oleh pengurus setingkat di atasnya.  Pada hari Sabtu tanggal 7 Oktober 2017 telah digelar Rembug Madya Kelompok KTNA Kota Depok yang bertempat di Wisma Kabeda Kota Depok untuk melaksanakan pemilihan ketua Kelompok KTNA periode 2017-2022 sekaligus penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Ketahanan  Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Farah Mulyati, SH. M.Si beserta jajarannya , para penyuluh DKP3 dan  perwakilan dari KTNA Provinsi Jawa Barat serta para pengurus KTNA  Kecamatan se-Kota Depok.

Pemilihan Ketua KTNA ini diikuti oleh dua calon yaitu Rudi Murodi yang selama ini menjadi Ketua KTNA Kecamatan Sukmajaya dan Nanang Yusuf dari KTNA Kecamatan Pancoran Mas. Proses pemilihan melalui musyawarah yang dipimpin oleh wakil ketua KTNA Jawa Barat. Pemilih sejumlah 51 orang  yang terdiri dari Ketua dan Pengurus KTNA tingkat Kecamatan se-Kota Depok, satu orang perwakilan dari petani andalan, satu orang pengurus kota demisioner dan satu orang pengurus  KTNA  Provinsi Jawa Barat. Pemilihan dilaksanakan secara Voting dimana Rudi Murodi memperoleh 29 suara sedangkan Nanang Yusuf 21 suara dan 1 suara abstain.

Dalam kesempatan itu Kepala DKP3 Kota Depok menyampaikan bahwa keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan seperti di kota Depok menuntut kreativitas dan inovasi dari para pelakunya termasuk dalam hal penerapan teknologi pertanian. Dan kelompok KTNA ini menjadi wadah para petani, wanita tani dan pemuda tani dalam bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama memajukan dunia pertanian. Rudi Murodi selaku ketua terpilih diminta untuk segera menyusun kepengurusan yang akan membantunya menjalankan amanah. Dan dia berharap semua pihak termasuk Nanang Yusuf sebagai rivalnya dapat membantu bersama-sama memajukan dunia pertanian di kota Depok.

DKP3 KOTA DEPOK SOSIALISASIKAN PENYAKIT RABIES

 IMG-20170929-WA0023

IMG-20170929-WA0016

IMG-20170929-WA0039IMG-20170929-WA0015       Dalam rangka memperingati Hari Rabies Dunia yang jatuh pada tanggal 28 September, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok mengagendakan sejumlah kegiatan sosialisasi mengenai penyakit rabies atau yang juga dikenal dengan penyakit anjing gila. Tepat pada Hari Rabies Dunia (28 September) Kepala DKP3 Kota Depok Farah Mulyati SH., M.Si menyampaikan bahwa” DKP3 akan memberikan pelayanan gratis vaksinasi rabies untuk Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, musang dan lain lain dan kepada masyarakat penyayang binatang, bisa datang ke area parkir dibelakang gedung perpustakaan Kota Depok dengan membawa hewan kesayangannya untuk divaksinasi. Tujuan dari vaksinasi ini adalah mencegah adanya virus rabies pada hewan yang berpotensi menularkan pada hewan lain atau manusia. Diharapkan dengan vaksinasi ini Kota Depok akan terbebas dari Rabies.” ujarnya. Tidak hanya itu DKP3 juga akan mengadakan sosialisasi kepada sekitar 400 siswa dari empat sekolah yaitu SMP 1, 2, 3 dan Mardi Yuana.”Sosialisasi dilakukan di sekolah masing-masing dengan mendatangkan narasumber dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dibantu oleh mahsiswa FKH IPB. Peserta sosialisasi di masing-masing sekolah sebanyak 100 siswa,”pungkasnya.Kepala Bidang peternakan dan kesehatan hewan DKP3 kota depok, Dede Zuraidah, menambahkan, virus rabies terdapat disusunan syaraf pusat dan air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu, penularan virus rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan. ”Gejala-gejla rabies pada hewan timbul kurang lebih 2-8 minggu. Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada dalam dan parahnya luka bekas gigitan, luka-luka gigitan, banyaknya syaraf di sekitar luka gigtan, pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan, serta jumlah luka gigitan,” paparnya. Dede mengutarakan, gejala penyakit rabies dikenal dalam 3 bentuk, yakni bentuk ganas(furious rabies). Pada bentuk ini masa eksitasi panjang, kebanykan akan mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. ”tanda-tanda yang sering terlihat, yaitu hewan menjadi penakut atau menjadi galak, senang bersembunyi ditempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif, tidak munurut perintah majikanya, nafsu makan hilang, air liur meleleh tak terkendali, hewan akan menyerang benda yang ada di sekitar dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb, menyerang dan mengigit barang bergerak apa saja yang di jumpai, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan, serta ekor di antara 2(dua) paha,” jelasnya. Lebih lanjut di utarakanya,gejala selainya adalah bentuk diam (dumb rabies). Pada gejala ini masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi. Tanda-tanda yang sering terlihat, yakni bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk, kejang-kejang berlangsung sangat singkat,bahkan sering tidak terlihat, lumpuh,tidak dapat menelan,mulut terbuka,air liur keluar terus menerus(berlebihan), serta mati tiba-tiba gejala lainya adalah bentuk asystomatis. Hewan tidak menunjukkan gejala sakit dan hewan tiba-tiba mati. Dede juga memaparkan mengenai tanda-tanda penyakit anjing gila pada manusia. Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing,dan kera, dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang,sakit kepala, tidak bisa tidur,demam tinggi,mual atau muntah-muntah. Selanjutnya, adanya rasa panas(nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup, takut dengan air, suara keras cahaya dan angin, air liur dan air mata keluar berlebihan, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan. Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda penyakit pertama timbul. ”Langkah yang perlu dikerjakan apabila gigitan anjing, yakni mencuci luka gigitan dengan sabun atau diterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir atau diguyur. Kemudian luka dibeli alkohol 70% atau yodium tincture. Setelah itu, pergi secepatnya ke puskesmas atau dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan, ”imbuhnya. Hal ini yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melaporkan kejadian penggigitan tersebut kepada petugas DKP3 kota depok. Menurut Dede, seluruh anggota masyarakat dapat berperan dalam pembebasan rabies. Caranya adalah dengan melakukan vaksinasi hewan peliharaan, mencari tahu informasi tentang rabies terutama bagaimana tindakan pencegahan dan penanganan pertama luka gigitan anjing. ”Kemudian, ikut membantu mengurangi anjing liar yang tidak berpemilikan dengan cara melaporkan kepada DKP3 atau organisasi penyayang hewan, serta membuang sampah pada tempat sampah tertutup, sehingga anjing liar tidak dapat memakan sisa makanan. Selain itu, ikut memberitahu dan mengingatkan anggota keluarga, krabat, teman, dan tetangga terkait rabies,”Katanya.

dikutip dari :

Radar Depok, Edisi Senin 25 Sept. 2017

Asistensi Anjab ABK di lingkungan DKP3

DSC_0240 DSC_0242

IMG-20170907-WA0008 IMG-20170907-WA0007Dalam rangka Asistensi Analisis Jabatan (Anjab) dan Angka Beban Kerja (ABK) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok mengundang pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok untuk memberikan asistensi tentang Anjab ABK kepada ASN di DKP3. Acara yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 September 2017 di Ruang Rapat BKD tersebut dibuka oleh Sekretaris DKP3 Herliani S.TP. dan dihadiri oleh Pejabat struktural dan Pelaksana di lingkungan DKP3. Adapun yang menjadi narasumber adalah para Analis Kepegawaian BPKSDM yaitu Golda Permatasari Tamaina, SE., Emma Mawaddah Kurnia, SE., dan Raden Lorasati Candratini, SE. Dalam sambutanya Sekdis DKP3 mengharapkan dengan asistensi ini para ASN mendapatkan pencerahan dalam pembuatan Anjab ABK. Acara Asistensi tersebut berlanjut di hari berikutnya yang diperuntukan bagi Pejabat Fungsional di lingkungan DKP3 yang dibuka oleh Kepala DKP3 Farah Mulyati, SH.MSi. dan dihadiri oleh para kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) di lingkungan DKP3.

LEPAS SAMBUT KEPALA DKP3

IMG-20170526-WA0027DSC_0500 DSC_0504

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengadakan acara Lepas Sambut Kepala Dinas, dari Pejabat lama H. Nunu Heriyana, SH.MM kepada Pejabat yang baru yaitu Farah Mulyati SH. M.Si. Acara yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban itu juga dihadiri oleh Sekretais Daerah Kota Depok Ir. Harry Prihanto M. Eng.

Dalam sambutannya beliau berharap agar DKP3 ke depan dapat menghasilkan produk produk pertanian yang berkualitas dengan standard Internasional sehingga dapat menembus pasar dunia seperti Jepang yang mempunyai standard yang tinggi dalam mengimport produk produk khususnya pertanian dan peternakan dari negara lain. Kepala DKP3 yang baru dalam sambutannya mengharapkan dukungan dan kerjasama yang baik dari semua bidang yang ada DKP3, beliau juga berjanji akan meneruskan program-program yang baik dari Kepala Dinas sebelumnya. Acara ini diakhiri dengan doa dan ramah tamah antara para pejabat dengan seluruh pegawai di lingkungan DKP3 yang sekaligus  saling berma’áfan menjelang pelaksanaan puasa di bulan suci  Ramadhan.

DKP3 MENGADAKAN BINTEK UNTUK PEGAWAI DI MEGAMENDUNG

DSC_1201DSC_1217DSC_1191IMG-20170519-WA0024IMG-20170519-WA0016

Dalam rangka meningkatkan Sinergitas dan kapasitas kinerja Pegawai di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, pada hari Kamis sampai dengan Jumát 18 – 19 Mei 2017 DKP3 mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Manajemen Kepemimpinan Pertanian yang dilaksanakan di Hotel Megamendung Permai, Megamendung Bogor. Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut dibuka oleh Sekretaris DKP3 Herliani, S.TP yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Motivasi yang disampaikan oleh Narasumber. Suasana bintek berlangsung hangat dan penuh keakraban ditambah lagi pemberi motivasi yang humoris sehingga membuat peserta Bintek yang terdiri dari seluruh pegawai di lingkup DKP 3 baik ASN dan Non ASN tidak bosan dalam menerima materi yang disampaikan oleh Narasumber. Pada hari kedua para peserta bintek diajak melakukan serangkaian kegiatan Capacity building yang bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar pegawai dalam bekerjasama untuk menyelesaikan sebuah misi yang dikemas dalam berbagai Permainan yang dipandu oleh para Trainer terlatih.

DKP3 MENGGELAR PELATIHAN BUDIDAYA PADI

 

IMG-20170406-WA0016.bmppadi IMG-20170406-WA0020.bmpPADI IMG-20170406-WA0022.bmppadi2IMG-20170406-WA0015.bmp new

Dalam rangka pelaksanaan program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)  Kota Depok mengadakan Pelatihan Teknologi Budidaya Padi yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 6 April 2017, bertempat di ruang rapat Kantor DKP3. Acara yang dihadiri oleh 16 Ketua dan Pengurus Kelompok Tani Padi Aktif di seluruh wilayah Kota Depok serta para petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) pendamping tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas DKP3 Herliani, S.TP, yang didampingi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Ir. Hermin Kusmiati dan Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Harry Adam Fauzi S.TP.MM. Dalam sambutannya Sekdis DKP3 menyampaikan bahwa meskipun dengan keterbatasan lahan pertanian yang ada tetapi Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan masih peduli dengan ketahanan Pangan dan salah satu bentuk kepedulian itu adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Padi yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya terbaru hasil pengkajian BPTP Kementrian Pertanian RI serta tata cara penangan OPT padi. Beliau juga mengharapkan agar para petani tetap bersemangat dalam berbudidaya padi. Dalam kegiatan pelatihan tersebut juga dilaksanakan Penyerahan secara simbolis Benih Padi VUB Ciherang, cabe rawit dan cabe merah kepada petani.

PEMBERIAN BANTUAN BENIH IKAN NILA MERAH UNTUK POKDAKAN

Pada hari Rabu tanggal 22 Maret 2017 UPTD BBI Kota Depok melaksanakan kegiatan Pemberian bantuan benih ikan nila merah sebanyak 10.000 ekor kepada kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mandiri Sejahtera Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos Kota Depok, bantuan benih tersebut diberikan oleh pihak UPTD Balai Benih Ikan (BBI) yang diwakili oleh Kasubag TU BBI Teddy Rustandi ST. dan diterima oleh Ketua Pokdakan Mina Mandiri Satam. Ketika dikonfirmasi mengenai kegiatan tersebut Kepala UPTD BBI M. Nur Hidayat S.Pi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pengembangan budidaya ikan konsumsi di wilayah Kecamatan Tapos. Bantuan benih ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi Pokdakan sehingga mereka bisa mengembangkan sendiri budidaya ikan konsumsi khususnya jenis ikan Nila Merah yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pelayanan dari UPTD BBI yaitu penyediaan benih ikan konsumsi, tambahnya.