RANGKAIAN KEGIATAN DKP3 UNTUK MENYAMBUT DAN MEMERIAHKAN HUT KOTA DEPOK TAHUN 2017

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok yang ke 18 Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok akan mengadakan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan ROAD SHOW Gerakan Konsumsi Susu dan Telur ke sekolah sekolah Dasar Negeri di delapan UPT Dinas Pendidikan (Disdik) di Kota Depok yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, 13, 17 dan 18 April 2017. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Konsumsi Susu dan Telur (Gerimis Telur) yang akan dilakukan kepada 500 siswa sekolah dasar, bertempat di lapangan Balaikota Depok. Kegiatan – kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Program Peningkatan kewaspadaan Pangan dan Gizi yang bertujuan untuk meningkatkan minat konsumsi telur dan susu bagi anak.
Kegiatan lainnya adalah seminar tentang Penganekaragaman Bahan Pangan yang rencananya akan dilaksanakan di hotel Bumiwiyata pada tanggal 13 April 2017. Puncak pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 25 April 2017 berupa Pameran Produk-produk hasil pertanian, peternakan dan perikanan yang dipadu dengan kegiatan lomba cipta menu bahan pangan non beras dan non terigu di lapangan Balaikota Depok. Pada kesempatan tersebut juga akan dilaksanakan kegiatan Gerimis Telur dan Gemarikan yang akan melibatkan ratusan anak sekolah dasar.

BIDANG PETERNAKAN DISTANKAN MENGADAKAN PELATIHAN DI CIPANAS BOGOR

cipanas2cipanas3IMG-20161222-WA0090

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok mengadakan pelatihan untuk para dokter hewan dan petugas veteriner di lingkungan Distankan Kota Depok, acara yang digelar selama 3 hari dari  tanggal 22 sampai dengan 24 Desember itu bertempat di Pallace Hotel Cipanas Bogor dan di buka oleh Sekretaris Distankan Herliani S.TP. Dalam sambutannya sekdis Distankan mengharapkan agar pelatihan tersebut dapat menambah ilmu dan wawasan yang bermanfaat bagi Para pegawai pada saat kembali ke wilayah kerjanya masing masing, selain itu juga diharapkan kegiatan tersebut dapat merefresh kondisi para pegawai sehingga saat kembali bekerja akan mendapatkan semangat yang baru. Peserta kegiatan pelatihan tersebut berjumlah 30 orang yang terdiri dari para PNS dan Non PNS dari bidang perternakan, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH). Dalam penyampaian materinya Prof. Deni  Noviana yang merupakan Narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa tugas Pokok Paramedik Veteriner adalah menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengembangkan dan melaporkan kegiatan kesehatan hewan serta pengamanan produk hewan dalam Rangka melindungi sumber daya hayati dan lingkungkannya.

Distankan menerima Kunjungan Kadin Kota Depok

kadin1 kadin3kadin2

Pada hari Jum’at tanggal 16 Desember  2016 Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan)Kota Depok menerima kunjungan kerja dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, rombongan yang berjumlah 4 orang tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Distankan Kota Depok Herliani, S.TP yang didampingi oleh para Kepala Bidang, kepala Seksi, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang ada di lingkungan Distankan Kota Depok, bertempat di ruangan rapat kantor Distankan Kota Depok. Sri Heryanti sebagai ketua rombongan menyampaikan bahwa salah satu tujuan kunjungannya ke  Distankan Kota Depok adalah untuk memperkenalkan susunan kepengurusan Kadin Kota Depok Periode 2016-2021 yang diketuai oleh Mftah Sunandar dan telah resmi dilantik pada tanggal 10 Oktober 2016.

KRPL DI RW 06 KELURAHAN MAMPANG

DSC_0200f DSC_0208f DSC_0197f DSC_0201fLingkungan pemukiman yang bersih, hijau, sehat, rukun dan damai merupakan dambaan semua warga. Namun untuk menciptakan sebuah lingkungan atau kampung hijau dan sehat sesungguhnya merupakan merupakan proses perjalanan yang panjang karena menyangkut sikap hidup, komitmen kuat, kerjasama yang solid dan bukan sekedar slogan belaka tetapi perlu tindakan tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dan kemudian dapat menginspirasi semua warga.

konsep inilah yang sedang coba dilakukan di Rukun Warga (RW)06 Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Kegiatan yang diprakarsai oleh ketua RW 06 Sugianto, SE yaitu menanam sayuran di gang sekitar rumahnya diatas saluran air dengan menggunakan paralon. Hasilnya sungguh luar biasa, lingkungan bukan sekedar menjadi hijau dan sehat namun juga hasil pertaniannya seperti pohon kangkung menjadi sumber penghasilan baginya. Saat mendapat kunjungan dari Kepala Seksi Produksi  Tanaman Pangan dan Hortilultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok Harry Adam Fauzi S.TP, MM beserta rombongan, Ketua RW 06 yang didampingi oleh Ketua Pokjanya Lukman Hidayat dan perwakilan dari yayasan Sahabat Tani dan juga beberapa warga terlihat sangat antusias menerima kunjungan tersebut, dalam temu lapang tersebut warga RW 06 berharap kegiatan yang sedang dilaksanakan ini mendapat dukungan, baik berupa sarana prasarna maupun pelatihan pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam mengolah sayuran dengan lebih baik. Kasi Produksi TPH berjanji akan menyampaikan kepada pimpinnya agar  bantuan yang dibutuhkan oleh warga RW. 06 keluarahan mampang tersebut dapat direalisasikan, “Distankan memang sedang terus mensosialisasikan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan kegiatan di RW 06 ini adalah salah satu bentuk KRPL yang diaharpkan dapat berjalan terus dan dapat ditularkan ke warga disekitarnya” tambahnya.

Apa yang dilakukan Sugianto disekitar rumahnya sejatinya bisa dilakukan ditempat lain sehingga lingkungan akan semakin hijau dan sehat sekaligus akan menjadi sumber pendapatan tambahan. Saat lingkungan menjadi semakin hijau dan sehat dengan tanaman sayur sayuran yang ditanam di pinggir jalan maka ini bisa dijadikan percontohan atau model bagi pengembangan Kawasan RW Hijau di Kota Depok.

KADISTAKAN MEMBERIKAN MOTIVASI DAN PEMBINAAN TERHADAP ASN

DSC_0160fDSC_0165f

DSC_0166NMenindaklanjuti Surat Keputusan Walikota Depok nomor : 821.29/264/kpts/Bag.Ortala/Huk/2016 tentang Penetapan Hari dan Jam Kerja di lingkungan Pemerintah Kota Depok serta surat edaran dari Sekretaris Daerah Kota Depok perihal Pemberitahuan, pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2016 Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) memberikan pembinaan dan motivasi kerja kepada seluruh Pegawai Distankan Kota Depok di ruangan kerjanya, dalam arahannya Kadkpppkan memberikan motivasi bahwa  seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus kreatif, inovatif, responsif dan loyalitas, loyalitas artinya setia, taat dan patuh dalam koridor pekerjaan tambahnya dalam kegiatan pembinaan dan motivasi tersebut Sekretaris Distankan Herliani, S.TP menambahkan dan mengingatkan kepada ASN di lingkungan Distankan untuk  melakukan absen dengan sidik jari (Fingerprint) tepat waktu baik itu pada saat masuk  maupun pulang dari kantor. Sebagai informasi bahwa dalam surat edaran Sekretaris Daerah kota Depok tersebut diberitahukan tentang hari dan jam kerja ASN di lingungan Pemerintah Kota Depok yaitu setiap hari Senin sampai kamis masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00 WIB sedangkan pada hari jum’at jam pulang kantor menjadi pukul 16.30 WIB dan untuk pelaksanaan apel pagi yang sebelumnya dilaksanakan setiap hari dari Senin sampai dengan Jum’at menjadi dua kali yaitu pada hari senin dan Jum’at saja sedangkan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis diawali dengan memberikan pembinaan dan motivasi kerja sebagaimana kegiatan yang dilaksankan pada saat berita ini dibuat.

SEKDIS DISTANKAN KOTA DEPOK MELAKUKAN MONEV KE BPP DAN PUSKESWAN

DSC_0763DSC_0775DSC_0771DSC_0802DSC_0808Dalam rangka rencana pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan gedung kantor dan rehabilitasi bangunan kantor, pada hari selasa 13 September 2016 Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok Herliani, S.TP. didampingi Kasubag. Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pepaloran Lelly Ani, S.Pi. beserta staf melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap bangunan/gedung  asset Distankan yang akan dilakukan Pemeliharaan. Kunjungan pertama ke Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Ratujaya yang diterima langsung oleh Kepala BPP Ratu jaya Sutarman SP. Ada beberapa masukan yang disampaikan kepala BPP  terkait kondisi bangunan Kantor yang perlu pemeliharaan seperti perbaikan atap bangunan kantor dan ruang pertemuan serta  kondisi green house yang perlu dilakukan perbaikan. Tetapi secara umum keadaan kantor BPP Ratujaya jauh lebih baik dari sebelumnya. adanya Display tanaman Hydrophonik, bibit buah-buahan serta  sayuran dan kolam ikan dari terpal membuat kantor BPP jadi lebih hijau dan asri. kepala BPP Ratujaya menyampaikan bahwa BPP sebagai jendela informasi bagi masyarakat terkait perkembangan pertanian perkotaan sehingga BPP sangat strategis untuk dijadikan sebagai pusat pembelajaran/edukasi bagi masyarakat/anak-anak sekolah yang tertarik untuk mengembangkan bidang pertanian, pertenakan dan perikanan di wilayah perkotaan, dan BPP juga dijadikan sebagai lahan percobaan dari tekhnologi yang dikembangkan oleh para peneliti sebelum disampaikan kepada masyarakat petani di kota Depok. Selesai mengunjungi BPP Ratujaya Sekdis Distankan beserta rombongan melanjutkan kunjungannya ke kantor Pos Check Point, Pusat kesehatan hewan (Puskeswan) dan BPP Sawangan.

KESIAPAN DISTANKAN KOTA DEPOK DALAM MENGHADAPI IDUL ADHA 1437 H

IMG-20160915-WA0028IMG-20160915-WA0050Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok telah melaksanakan  Kegiatan Pengamatan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular Strategis dan Fasilitasi Penerapan Keamanan Produk Asal Hewan khusus dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1437 H, Kepala Distankan Kota Depok H. NUNU HERIYANA, SH.MH menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut Distankan Kota Depok menerjunkan Tim Pemeriksa yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok sebanyak 40 (empat puluh) orang, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) sebanyak 71 (tujuh puluh satu) orang, Kementerian Pertanian sebanyak 16 (enam belas) orang Dokter Hewan. Adapun Pemeriksaan hewan qurban dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Pemeriksaan Lapak, Pemeriksaan dilakukan dari tanggal 29 Agustus s/d 9 September 2016 dan fokusnya adalah kesehatan hewan bersifat umum, kelayakan berdasarkan ketentuan syar’i/agama (cukup umur, tidak cacat, bergizi baik) dan administrasi dilaksanakan oleh petugas Dinas Pertanian dan Perikanan dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut : pedagang/lapak hewan qurban yang terdata sebanyak 454 lapak tersebar di 11 Kecamatan. Terjadi kenaikan sebesar 11,8 % dibandingkan dengan tahun 2015 yaitu sebanyak 406 lapak, hewan qurban yang terperiksa sebanyak 28.788 ekor, terdiri dari sapi 9.699 ekor, kambing 15.116 ekor, domba 3.931 ekor dan kerbau 42 ekor. Terjadi penurunan sebesar 4,29% dibandingkan dengan tahun 2015 yaitu sebesar 30.077 ekor. Dalam pemeriksaan tahun ini tidak ditemukan penyakit hewan yang menular zoonosis,yang ditemukan umumnya bersifat ringan seperti sakit mata 252 ekor, sakit kulit 71 ekor, orf 136 ekor, gangguan pernafasan 194 ekor dan gangguan pencernaan 140 ekor. Hal ini disebabkan stress karena perjalanan jauh, perubahan cuaca dan kondisi lapak yang kurang memadai, selain itu terdapat pula hewan qurban yang belum cukup umur sebanyak 1,626 ekor, cacat 13 ekor dan kurus 209 ekor. Hewan qurban yang dijual di Kota Depok berasal dari daerah Depok sendiri 21.95%, Jakarta 0.12%, Jawa Barat 26.78%, Jawa Tengah 23.80%, Jawa Timur 6.66%, DIY 2.20%, Bali 10.66%, NTT 1.58%, NTB 0.0.39% dan Lampung 5.87%.

Distankan mengadakan Rapat Kegiatan Pembinaan Kepegawian

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok mengadakan Rapat Pembinaan Kepegawaian dan Evaluasi Laporan Kegiatan Semester I Tahun Anggaran 2016, Kegiatan yang di pimpin Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Drs. Muksit Hakim, Msi. tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016, bertempat di Ruang Rapat Distankan Kota Depok.  Dalam Rapat tersebut Sekdis Distankan memberikan sosialisasi terkait pembinaan kepegawaian seperti disiplin pegawai, prosedur pengajuan cuti, gaji berkala, kenaikan pangkat dan Pembuatan Kartu Pegwawai. Selain itu dalam rapat tersebut dibahas tentang evaluasi Laporan Kegiatan semester I Tahun Anggaran 2016.

DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA DEPOK MENGGELAR ROADSHOW PUBLIC AWARENESS

  1. IMG-20160617-WA0019Kesehatan masyarakat Veteriner (Kesmavet) adalah segala urusan kesehatan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia. Kesmavet merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat, merupakan rantai penghubung antara bidang pertanian dan kesehatan manusia yang berkaitan dengan pengobatan, pengendalian dan pencegahan penyakit yang ditularkan melalui hewan (zoonosa) serta penyakit yang ditularkan melalui pangan  (food borne diseases), seperti daging, susu, telur dan produk turunannya.  Selain menjamin pangan asal hewan, Kesmavet juga berperan dalam penjaminan produk hewan non pangan, seperti kulit, bulu, tanduk, tulang dan turunannya yang aman dan berdaya saing.

Kementerian Pertanian RI melaksanakan kegiatan Roadshow public awareness Kesehatan Masyarakat Veteriner (kesmavet) dan pasca panen yang dilaksanakan di 5 (lima) provinsi dan 9 (Sembilan) kota, Provinsi Jawa Barat dilaksanakan di Kota Depok. Tujuan diselenggaranyan kegiatan tersebut adalah:

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan asal hewan yang halal, aman, utuh dan sehat (HAUS);
  2. Mengajak para pelaku usaha pangan asal hewan agar berperan aktif dalam menyediakan pangan yang halal, aman, utuh dan sehat (HAUS).

Kegiatan Roadshow Public Awareness Kesmavet PAH di Depok dilaksanakan pada Jumat 17 Juni 2016 bertempat di halaman Balaikota Depok. Dihadiri oleh sekitar 150 orang undangan dari berbagai elemen, unsur pemerintah, unsur masyarakat dan para pengusaha di bidang pangan asal hewan. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah:

  1. Walikota Depok
  2. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian RI
  3. Akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB)

Kegiatan tersebut disiarkan langsung secara nasional di RRI saluran Pro-3 FM, dan Pro-1 FM dan siaran tunda di TVRI.  Kegiatan tersebut selain dialog tatap muka antara para narasumber dengan audience, juga ada demo pengujian Produk Pangan Asal Hewan yang dilaksanakan oleh Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) serta bazaar produk pangan asal hewan (daging sapi, daging ayam dan telur).

Pangan Asal Hewan (PAH) harus memenuhi standarisasi Halal, Aman, Utuh dan Sehat (HAUS), yaitu:

  1. Halal:      Hewan yang disembelih maupun produknya ditangani sesuai syariat Islam serta tidak berasal dan mengandung zat/ bahan yang haram;
  2. Aman:   Produk tidak mengandung bahaya biologis, fisik dan kimiawi yang dapat menyebabkan sakit sehingga mengganggu kesehatan manusia.
  3. Utuh:      Produk tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lain;
  4. Sehat:     Produk memiliki zat-zat yang dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.

Isu Pangan Asal Hewan (PAH) di Kota Depok adalah sebagai berikut:

  1. Pemotongan ternak hewan di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah atau di tempat yang telah direkomendasikan oleh pemerintah (di RPH dan atau RPU);
  2. Masyarakat memilih bahan makanan asal hewan yang halal, aman, utuh dan sehat (HAUS);
  3. Berbelanja secara cerdas, memilih alternatif protein hewani (apabila tidak mampu membeli daging sapi dapat digantikan dengan daging ayam atau telur).

Tuntutan jaminan mutu dan keamanan pangan terus berkembang sesuai dengan persyaratan konsumen.  Hal ini membawa dampak terhadap perubahan pengelolaan bisnis pangan, sejak tanpa pengawasan hingga adanya pengawasan produk akhir, bahkan pengawasan proses produksi bagi jaminan mutu secara total.

Untuk memenuhi persyaratan hygine dan sanitasi minimal adalah melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), yaitu sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan hygine sanitai sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan (PAH) pada unit usaha pangan asal hewan.

Pelaku usaha pangan asal hewan (PAH) yang wajib mempunyai NKV adalah:

  1. Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Rumah Pemotongan Unggas (RPU);
  2. Usaha budidaya unggas petelur;
  3. Usaha pemasukan, usaha pengeluaran PAH
  4. Usaha ditribusi dan ritel (pengelola usaha gudang pendingin, took/kios daging, pelaku usaha pengelola unit pendingin susu termasuk usaha gudang pendingin susu, pengusaha yang mengemas dan melabel telur;
  5. Usaha pengolahan pangan asal hewan (PAH), pabrik bakso, pabrik sosis dan lainnya.

Setiap pelaku usaha yang telah memperoleh NKV wajib mencantumkan nomor NKV pada:

  1. Untuk daging diberikan stempel pada daging atau label pada kemasannya;
  2. Untuk telur diberikan stempel pada kerabang dan atau label pada kemasannya;
  3. Untuk susu diberikan label pada kemasannya

Bazar Ikan Peduli Ramadhan dan Pasar Tani

DSC_0093DSC_0100DSC_0139DSC_0111Dinas  Pertanian dan Perikanan Kota Depok kembali mengadakan kegiatan dalam rangka mendukung program walikota DEPOK SAHABAT PETANI, kali ini dengan menggelar Bazar dengan Tema BAZAR IKAN PEDULI RAMADHAN DAN PASAR TANI TAHUN 2016, kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 juni 2016, bertempat di Parkiran  Depan Kantor PBB itu berlangsung meriah, setelah apel pagi yang rutin dilaksanakan oleh Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Depok para ASN tersebut langsung membanjiri tempat Bazar yang menjual Produk berupa Ikan segar, aneka olahan ikan, Daging, buah-buahan dan sayuran. Dalam waktu yang relatif singkat sebagaian besar produk produk yang dipasarkan telah habis terjual dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok HJ. ETY SURYAHATI, SE.MM meninjau langsung ke tempat bazar dan membeli produk produk yang merupakan hasil dari para Petani di Kota Depok, tampak pula dalam bazar tersebut, Sekretaris Daerah Kota Depok, Asistem Ekonomi Pembangunan dan Sosial serta para Kepala OPD yang turut membeli produk-produk pertanian. Rencananya kegiatan ini akan berlanjut keesokan harinya yaitu pada hari Jum’at, 17 Juni 2016 dengan kegiatan Public Awareness Keamanan Pangan Asal Hewan yang bertempat di lapangan depan Mesjid Agung Kota Depok, dengan narasumber Walikota Depok, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan RI dan Akadmisi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dalam kegiatan itu juga akan dipasarkan produk peternakan seperti telor ayam dan daging .