Pelatihan bagi Peternak Ruminansia Kota Depok

Hari Selasa, 13 Desember 2022, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok telah melaksanakan “Pelatihan bagi Peternak Ruminansia Kota Depok” di Godong Ijo, Bojongsari.

Pelatihan kali ini dengan materi:

  1. “Pengelolaan Mixed Farming” oleh Bapak Adi Widjaja, S.Si, M.Sc dari Budi Mixed Farm @susulactasari di Kabupaten Grobogan – Jawa Tengah;
  2. “Pengalaman Beternak saat Wabah PMK” oleh Bapak Adi Cahyono, S.Pt, MP, Ketua Kelompok Pemuda Sapi, Kota Batu – Jawa Timur; dan
  3. “Cara Mencegah Penyebaran Penyakit di Peternakan” oleh Ibu drh. Yunita, Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

Adanya Pelatihan ini diharapkan dapat memberi manfaat serta dapat diaplikasikan di peternakan masing-masing.

Festival Buah Unggulan Kota Depok

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok menyelenggarakan Festival Buah Uggulan Kota Depok Tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Balai Kota Depok pada 7 Desember 2022 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan buah dan potensi pertanian di Kota Depok serta meningkatkan pendapatan petani.

Kegiatan Festival Buah Unggulan Kota Depok terdiri dari Ceremony, Pembagian Bibit Tanaman Buah, Bazar Buah Unggulan, Kontes Buah Belimbing, Lomba Merangkai Buah dan Lomba Mewarnai. Kegiatan Festival Buah Unggulan Kota Depok 2022 ini dipandu oleh Abang dan Mpok Kota Depok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Festival Buah Unggulan Kota Depok Tahun 2022 ini, merupakan festival kedua yang telah diselenggarakan pemerintah kota Depok, yang sebelumnya diadakan pada tahun 2019. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan keunggulan buah yang ada di Kota Depok, seperti Blimbing Dewa maupun Alpukat. Banyak komoditi unggulan yang dihasilkan oleh Kota Depok khususnya buah-buahan. Belimbing merupakan ikon Kota Depok dan insyaAllah tidak akan berhenti untuk ditanam, budidayakan dan produksi. DKP3 Kota Depok juga akan mencari alternatif serta komoditas lain yang dapat memberikan peningkatan dan pendapatan untuk kesejahteraan petani. Selain alpukat miki, terdapat beberapa jenis alpukat yang sedang dalam tahap sertifikasi di Balai Sertifikasi Benih Jawa Barat. Sertifikasi dilakukan agar para petani memiliki nilai tambah saat menjual bibitnya. Hal tersebut merupakan upaya pengembangan buah unggulan Kota Depok yang berbasis pertanian perkotaan.

Wali Kota Depok dalam sambutannya menyampaikan bahwa Depok memiliki dua komoditas unggulan yang sudah diekspor ke mancanegara yaitu tanaman hias dan ikan hias. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) tengah mengembangkan Ikan Bala Shark. Upaya pengembangannya juga didukung oleh Provinsi Jawa Barat yang ditunjukkan dengan  pemberian bantuan dari Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan Ikan Bala Shark dan Neon Tetra Kota Depok pada tahun 2023. Harapannya melalui kegiatan Festival Buah Unggulan Kota Depok ini mampu membangkitkan kembali semangat para petani buah di Kota Depok. Dengan begitu, mereka dapat terus berinovasi agar mampu menghasilkan produk-produk pertanian yang memiliki nilai jual tinggi.

Pada kegiatan ini diadakan juga pembagian bibit tanaman buah secara gratis kepada para tamu undangan dan masyarakat yang hadir di Festival Buah Unggulan Kota Depok Tahun 2022. Ada empat jenis bibit yang dibagikan yaitu belimbing, alpukat, jambu biji merah dan cempedak. Selain itu, DKP3 juga akan membagikan bibit tanaman buah yang telah ditangkarkan di Kebun Bibit ke seluruh kelurahan di Kota Depok, masing-masing kelurahan akan menerima 100 (seratus) bibit tanaman.

Bazar Buah Unggulan diikuti oleh 10 stand yang terdiri dari  KTNA Kecamatan Sawangan, KTNA Kecamatan Bojongsari, KTNA Kecamatan Pancoran Mas, KTNA Kecamatan Cipayung, KTNA Kecamatan Sukmajaya, KTNA Kecamatan Cilodong, KTNA Kecamatan Cimanggis, KTNA Kecamatan Tapos, KTNA Kecamatan Beji, dan KTNA Kecamatan Limo yang menjual bibit, buah segar dan olahan buah.

Kontes Belimbing diikuti oleh 9 orang peserta petani yang berasal dari Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, dan Kecamatan Limo. Penjurian dalam Kontes Belimbing ini dilakukan oleh Bapak H. Usman Mubin (Penangkar Bibit Buah Belimbing Dewa), Bapak Abas Alibasyah, SP (Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih Provinsi Jawa Barat), Harry Adam Fauzy, S.TP., MM (Kepala Seksi Pertanian DKP3).

Pemenang Kontes Buah Belimbing sebagai berikut:

Juara I (Hadiah Rp3.000.000)   : Ili (Cimanggis)

Juara II (Hadiah Rp2.000.000)  : Nanda (Cimanggis)

Juara III (Hadiah Rp1.000.000) : Janah (Cimanggis)

Juara IV (Hadiah Rp500.000)    : Ahdi (Cimanggis)

Lomba Merangkai Buah diikuti oleh 13 kelompok yang berasal dari Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Se-Kota Depok dan Darma Wanita Persatuan Organisasi Perangkat Daerah Kota Depok yang terdiri dari TP PKK Kecamatan Limo, TP PKK Kecamatan Cimanggis, TP PKK Kecamatan Cilodong, TP PKK Kecamatan Cipayung, TP PKK Kecamatan Sukmajaya, DWP Tirta Asasta, TP PKK Kelurahan Tapos, TP PKK Kecamatan Pancoran Mas, TP PKK Kecamatan Beji, DWP DKUM, TP PKK Kecamatan Sawangan, TP PKK Kecamatan Cinere, DPW  DKP3.

Pemenang Lomba Merangkai Buah sebagai berikut:

Juara I (Hadiah Rp1.250.000) + souvenir : TP PKK Kelurahan Tapos

Juara II (Hadiah Rp1.000.000) + souvenir : TP PKK Kecamatan Beji

Juara III (Hadiah Rp750.000) + souvenir : TP PKK Kecamatan Pancoran Mas

Juara IV (Hadiah Rp500.000) + souvenir : TP PKK Kecamatan Cimanggis

Juara Favorit : DWP DKUM

Lomba Mewarnai diikuti oleh sebanyak 139 orang anak-anak siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (Taman Kanak-Kanak) yang berasal dari Kecamatan Pancoran Mas.

 Pemenang Lomba Mewarnai sebagai berikut:  

 Juara I (Hadiah Rp750.000) + tropi : Fakhriyyah (TK AQ Nurul Hikmah)

 Juara II (Hadiah Rp600.000) + tropi : Felisha Sheza (TK Umul Quro)

 Juara III (Hadiah Rp500.000) + tropi : Clayrine (TK Mardiyuana)

 Juara Harapan I (Hadiah Rp400.000) + tropi : Asyifa (PAUD IQ Al-Ikhlas)”

Pelatihan Petugas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok melaksanakan Pelatihan Petugas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.

Pelatihan dilakukan secara hybrid dengan pemateri drh. Yoyon Sunaryono dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, drh. Andreas Iwan Suseno, MM dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, dan drh. Harimurti Nuradji, PhD dari BRIN.

Dengan pelatihan yang telah dilakukan, diharapkan petugas kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner DKP3 dapat meningkatkan dan mengembangkan pelayanan jasa kesehatan hewan untuk masyarakat terutama PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease).

PEMBAHASAN ANALISIS PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN KOTA DEPOK

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) menyelenggarakan Rapat Pembahasan Analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kota Depok. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (14/12/2022).

Rapat Pembahasan Analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kota Depok dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Ibu Ir. Tinte Rosmiati. Adapun pertemuan ini diikuti oleh peserta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPS Kota Depok. Tujuan diadakannya pertemuan ini yaitu untuk mereview hasil Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) serta merumuskan rekomendasi kebijakan.

Kegiatan Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan (FSVA) merupakan kegiatan yang ada pada Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian DKP3 Kota Depok dengan tujuan menyusun peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis wilayah/daerah yang menunjukan ketahanan dan kerentanan suatu wilayah berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Data yang digunakan diperoleh dari perangkat daerah yang berkaitan dengan variable ketahanan pangan. Dengan demikian, FSVA memberikan gambaran daerah yang memerlukan prioritas penanganan dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah di Kota Depok yang rentan terhadap kerawanan pangan, sehingga dapat diambil keputusan dan intervensi yang tepat untuk penanganannya. Nantinya FSVA dijadikan sebagai dasar dari kegiatan dan kebijakan pemerintah dalam menangani dan mewujudkan ketahanan pangan serta kedaulatan pangan.

Serah Terima dan Peresmian Prasarana dan Sarana Screen House Budidaya Cabe dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Setda Kota Depok, Kepala Seksi Pertanian DKP3, Lurah Kelurahan Limo, Ketua KTNA Kota Depok, Ketua KTNA Kecamatan Limo bersama Bapak Ahmad Subarkah, SE., selaku Senior Economic Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat melaksanakan serah terima dan peresmian prasarana dan sarana Screen House Budidaya Cabe kepada KTNA Kecamatan Limo, Jalan Pinang 2 RT 01 RW 15 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo Kota Depok.

Pemberian prasarana dan sarana Screen House Budidaya Cabe ini merupakan Program Sosial (CSR) Bank Indonesia melalui pelaksanaan Bantuan Program Pengembangan Urban Farming Kota Depok Tahun 2022 oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Hal ini dilatarbelakangi oleh harga komoditas pangan yang sering bergejolak di Kota Depok adalah komoditas pertanian, khususnya tanaman cabe yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi daerah Kota Depok.

Pelaksanaan Bantuan Program Pengembangan Urban Farming Kota Depok Tahun 2022 ini merupakan salah satu perwujudan kerja sama erat antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Daerah Kota Depok dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok maupun stakeholders lainnya dalam kerangka pengembangan urban farming sebagai bagian program ketahanan pangan, ekonomi daerah, menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi.

Bantuan dan CSR Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Barat untuk Kota Depok pada Tahun 2022 ini adalah Screen House untuk budidaya cabe dengan sistem hidroponik semi otomatis seluas 400 m2. Selain itu, telah dilaksanakan juga Pelatihan Teknik Budidaya Menanam Cabe secara Hidroponik oleh Tim Ahi dari vendor Bank Indonesia.

Sosialisasi Sistem Penatausahaan Barang Milik dengan Kode QR

Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah atau berasal dari perolehan lainnya yang sah sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Dalam perkembangannya pengelolaan barang milik daerah ini harus dilakukan dengan baik sehingga memberikan manfaat yang optimal terhadap pelayanan pemerintahan. Salah satu langkah pengamanan barang milik daerah adalah dengan pencatatan yang baik dimana hal ini merupakan salah satu langkah penting dalam Penatausahaan barang milik daerah.
Dalam rangka Pengelolaan BMD yang tertib, efektif dan optimal diperoleh melalui pencatatan pada daftar barang yang informatif sesuai dengan kondisi barang dan kodefikasinya di lingkup DKP3 maka perlu dilakukan sosialisasi terkait Sistem Penatausahaan Barang Milik dengan Kode QR di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok sebagai salah satu aksi perubahan yang dilaksanakan oleh sub bagian keuangan dan aset. Harapan dengan terbangunnya aplikasi tersebut dapat digunakan oleh Dinas untuk memberikan kemudahan dalam mendata, melacak dan mengidentifikasi barang milik daerah tersebut hingga ke level end user penerima manfaat dengan berbasis kode QR sebagai media identifikasinya.

GELAR PANGAN MURAH

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian menyelenggarakan acara Gelar Pangan Murah yang bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Sukmajaya Jl. Merdeka Raya No.1, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Ada 10 jenis bahan pangan yang dapat dibeli oleh masyarakat seperti beras, cabe merah, cabe rawit merah, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi.

Diharapkan Gelar Pangan Murah ini dapat menjadi wujud kehadiran Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang wajar dan mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen.

Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Sebagai upaya meningkatkan keterampilan Kelompok Wanita Tani binaan Program DAK NF Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Hasil Panen Pertanian dengan tema “Pelatihan Pengolahan Terong” dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Anggrek Kelurahan Duren Seribu Kecamatan Bojongsari. Dengan dilaksanakannya pelatihan pengolahan hasil tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan para anggota KWT serta untuk meningkatkan nilai tambah dari produksi budidaya pertanian yang dihasilkan dan peningkatan pendapatan keluarga.

Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Hasil Panen Pertanian dengan tema “Pelatihan Pengolahan Jagung” dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Arum Srikandi Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan. Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan keterampilan Kelompok Wanita Tani binaan Program DAK NF Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari agar dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan para anggota KWT serta untuk meningkatkan nilai tambah dari produksi budidaya pertanian yang dihasilkan dan peningkatan pendapatan keluarga.

MONITORING SATUAN TUGAS KETAHANAN PANGAN KOTA DEPOK

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok yang juga Ketua Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kota Depok, Drs. Supian Suri, MM melakukan Sidak Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Monitoring Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kota Depok di Pasar Tradisional Sukatani, Jalan Bunga 3 No.12 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok Rabu (30/11/2022) Pagi.

Monitoring Satuan Tugas Ketahanan Pangan yang dilakukan untuk meninjau ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Kebutuhan pokok masyarakat salah satunya merupakan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit merah, telur, daging sapi, daging ayam, gula pasir, minyak goreng. 11 komoditas pangan startegis tersebut termasuk komoditas pangan bergejolak (volatile food). Sehingga upaya pemantauan harga dan stok bahan kebutuhan pokok yang ada di pasaran, selalu dilakukan demi mengendalikan komoditas agar harga senantiasa stabil serta dapat menekan laju inflasi.

Dalam sidak itu, Sekda Kota Depok didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Perwakilan Kepala Polres Metro Depok, Komandan Kodim 0508 Depok, Perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Perwakilan Kepala Loka Pom Depok, Perwakilan Kepala Bulog Sub Divre Cianjur, Perwakilan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Perwakilan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Depok, Perwakilan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Depok, Perwakilan Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Perwakilan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok. Perwakilan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pada Setda Kota Depok, Perwakilan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Setda Kota Depok.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan di pada komoditas Cabe Rawit Merah naik dari Rp45.000,- menjadi Rp60.000,-  Telur ayam harga konstan mencapai Rp31.000,- Sedangkan bahan pangan strategis lain seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabe meerah keriting, daging sapi, daging ayam, gula pasir, minyak goreng tidak mengalami kenaikan harga di Pasar Sukatani.