Pengawasan dan Pengambilan Sampel Produk Hewan

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengambilan sampel produk hewan pada tanggal 25 Maret 2021 dan 26 – 29 April 2021. Pengawasan produk hewan telah dilaksanakan di 11 pasar tradisional dan 15 swalayan di Kota Depok. Kegiatan ini meliputi : pembinaan penerapan higiene sanitasi, pengambilan 67 sampel produk hewan untuk diuji di laboratorium dengan pengambilan sampel produk hewan seperti daging, daging ayam, dan produk olahan lainnya, pengawasan harga produk hewan dengan hasil pengawasan, harga daging sapi berkisar antara Rp 120.000-135.000/kg, daging ayam Rp 35.000-40.000/ekor, telur ayam Rp 22.000-25.000/kg. Sampel produk hewan yang diambil dari 11 pasar tradisional dan 15 swalayan di Kota Depok telah dilakukan uji laboratorium berupa uji kandungan boraks, formalin, uji nitrit, cemaran mikroba dan uji species.

Vaksinasi Rabies

    Vaksinasi rabies dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2021 – 01 April 2021,  untuk hewan penular rabies (HPR) yaitu anjing, kucing, kera, dan musang. Kegiatan vaksinasi rabies dilaksanakan pada daerah-daerah dengan populasi yang tinggi, sebagai upaya pencegahan penyakit Rabies. Rabies dapat ditularkan oleh anjing, kucing, kera atau musang atau biasa disebut hewan penular rabies (HPR) ke manusia. Vaksinasi rabies dapat dilakukan pada hewan berusia di atas 5 bulan, sehat, tidak hamil atau menyusui. Masyarakat juga dapat membawa langsung hewan yang dimiliki ke Pusat Kesehatan Hewan Kota Depok ( Puskeswan) untuk divaksin rabies.

Webinar Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19 di Kota Depok 1442 H

Webinar Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19 dilaksanakan sebagai upaya pemberian pengetahuan kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan kurban yang baik terutama di masa pandemi seperti saat ini. Webinar ini juga untuk mensosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor: 443/314-Huk/DKP3 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Nonalam COVID 19. Kegiatan ini dihadiri oleh 500 peserta melalui Zoom Meeting dan 3.915 peserta melalui YouTube Live. Peserta dari kegiatan ini Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Tim Optimalisasi Pengawasan COVID-19, Camat, Lurah, RT, RW, DKM, Panitia Kurban, Pelaku Usaha Peternakan, Tim Pengawasan Kurban, dan Masyarakat Umum. Kegiatan webinar ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Depok bapak Ir. H. Imam Budi Harton. dalam sambutanya beliau menyampaikan “Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya besar bagi umat muslim. Pemerintah Kota Depok ingin sekali bersama masyarakat Kota Depok agar bisa melaksanakan ibadah kurban ini secara baik. Tujuan dari webinar ini adalah agar masyarakat dapat mengenal dengan baik ketentuan berkurban sesuai dengan surat Edaran Wali Kota Nomor: 443/314-Huk/DKP3 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Nonalam COVID 19 disertai dengan Fatwa MUI Nomor 6 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Kurban dalam Situasi Wabah COVID-19.

Selain itu MUI Kota Depok Bp. Dr. KH. Ahmad Dimyati juga menyampaikan “Ibadah kurban adalah ibadah dengan pemotongan hewan dengan tujuan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan merupakan perintah langsung dari Allah SWT dalam QS Al Kautsar: 2 “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.

Jenis-jenis hewan yang dapat digunakan untuk berkurban antara lain domba (biri-biri), kambing, sapi atau kerbau, unta. Tata cara pemotongan hewan menurut Islam harus berdasarkan rukun pemotongan dan sunat-sunat pemotongan sesuai fatma MUI Nomor 6 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Kurban dalam Situasi Wabah COVID-19”. Tutur Bp. Dr. KH. Ahmad Dimyati

Kemudian Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan juga menyampaikan bahwa “Setiap tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban harus mendapatkan persetujuan camat berdasarkan rekomendasi lurah setempat yang diperkuat oleh surat pertanggungjawaban penuh dari pemilik atau penanggungjawab. Diharapkan adan kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat mewujudkan pelaksanaan kurban dengan baik dan apabila ada kejadian terkait kesehatan hewan dapat melaporkan ke DKP3.

DKP3 Menyerahkan Paket Bingkisan Sembako di Kecamatan Cimanggis

Sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Depok No 460/386-Ekonomi tentang Program D’sabar (Depok Saba Rakyat ), Para Pegawai Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok mendonasi untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Kota Depok dalam masa pandemic Covid-19 dengan pembelian paket sembako pada Toko/Warung/Outlet UMKM/ Koperasi binaan dan paket diserahkan ke Camat Cimanggis untuk disamapaikan keapada masyarakat. Kegiatan ini dilakuakn pada Hari Jumat Tanggal 30 Juli 2021 di Kantor Kecamatan Cimanggis.

Surveilans dan Vaksinasi Antraks

Kegiatan surveilans dan vaksinasi antraks dilaksanakan pada tanggal 08-10 Juni 2021. Pelaksanaan surveilans dan vaksinasi dilaksanakan 2x dalam setahun pada daerah-daerah dengan populasi ternak dan lalu lintas ternak yang tinggi. Berdasarkan hasil dari surveilans dan vaksinasi antraks tahun 2021, jumlah populasi pada tahap pelaksanaan yang disurvei 3.119 ekor dengan hasil divaksinasi 790 ekor.

Pemeriksaan Hewan Kurba Sebelum Hari Raya Idul Adha

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok tengah melakukan pemeriksaan hewan sebelum hari raya Idul Adha. Sudah ada 103 lapak penjual hewan kurban, dan 9.531 ekor hewan kurban yang diperiksa oleh DKP3. Dengan rinciannya, 6.114 ekor sapi, 2.217 ekor kambing, 1.193 ekor domba, serta tujuh ekor kerbau. Dari 9.531 ekor hewan kurban masih ditemukan ratusan hewan yang belum layak kurban, serta puluhan hewan kurban yang dinyatakan mengalami gangguan kesehatan

Hewan kurban yang mengalami gangguan kesehatan mengalami penyakit seperti, flu, diare, sakit mata, dan sakit kulit. Sedangkan hewan kurban yang tidak layak kurban berupa belum cukup umur, cacat, dan bobot badan tidak sesuai atau kurus. Atas kondisi tersebut, pemilik hewan kurban diminta untuk melakukan penyembuhan hewan yang sakit, serta hewan yang belum cukup umur untuk tidak dijual kepada masyarakat yang ingin berkurban.

Monitoring Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban

Selasa 20 Juli 2021, Kepala DKPPP Kota Depok, Diah Sadiah memonitoring pelaksanaan pemotongan hewan kurban di UPTD RPH Kota Depok. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH R) Kota Depok mulai melaksanakan pemotongan hewan kurban pada hari H Idul Adha 1442 Hijriah. Terdapat sebanyak 160 ekor sapi yang telah selesai dipotong oleh petugas. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kota Depok telah sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.348-Hukham/2021 tentang protokol pemeriksaan, penjualan, dan penyembelihan hewan kurban, serta distribusi daging kurban selama pandemi Corona virus disease 2019 tahun 2021 M/1442 H. Termasuk, Surat Edaran Wali Kota Depok No. 443/371-Huk/DKP3 tentang perubahan atas surat edaran Wali Kota Depok No. 443/341-HUK/DKP3 tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah bencana non alam Covid-19 di Kota Depok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertaniandan Perikanan Kota depok menyampaikan sesuai dengan surat keputusan di atas, pemotongan hewan kurban dianjurkan pada hari Tasyrik untuk diluar RPH R yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, atau mulai Rabu-Jumat mendatang. Masyarakat didorong untuk mengindahkan aturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut. Permintaan pemotongan hewan kurban tahun ini cukup banyak. Namun kami sesuaikan dengan kemampuan RPH, sehingga proses penyembelihan tidak hanya untuk hari ini. Selain melihat proses pemotongan, petugas pengawasan hewan kurban DKPPP hari ini juga melakukan pemeriksaan antemortem di tempat-tempat di luar RPH.

Kunjungan Tim BBP3KP ke Pembudidaya Ikan Hias

Selasa 8 Juni 2021 dilakukan kunjungan kepembudidaya ikan hias yang ada di Kota Depok oleh Team Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3K) Jakarta. Kunjungan ini dilakukan setelah kegiatan pembukaan pelatihan pengolahan hasil perikanan oleh kepala BBP3KP beserta tim yang didampingi oleh kabid perikanan dan tim penyuluh perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Kunjungan ini dilakukan di dua tempat yaitu Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) ikan hias yang berada di kelurahan Sukmajaya dan kelompok ikan Hias Curug Jaya di Bojongsari dengan jenis ikan hias cupang, neon tetra, cardinal tetra dan rednose tetra. Dalam kunjungan dilakukan wawancara dan tanya jawab ke kelompok budidaya ikan hias terkait permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ikan hias, termasuk pemasaran ikan, hama dan penyakit. Tim BBP3KP juga memberikan masukan ke pembudidaya ikan untuk kedepan lebih baik lagi dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan teknis di Raiser Cibinong serta peluang-peluang bisnis yang bisa meningkatkan ekonomi pembudidaya. Kunjungan Tim BBP3KP ini dapat memberikan angin segar ke pembudidaya ikan hias agar semakin giat dalam mengembangkan dan memasarkan produk ikan hias  ini yang memang  diminati pasar dalam dan luar negeri.

Daya Tarik Limbah Rumah Tangga

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan yang diinginkan oleh masyarakat pada umumnya. Kenaikan jumlah penduduk sekaligus meningkatkan aktivitas masyarakat untuk melakukan produksi barang-barang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Aktivitas masyarakat yang semakin meningkat menghasilkan sisa-sisa hasil produksi yang tidak digunakan lagi atau yang lebih dikenal dengan sampah/limbah. Limbah ini setiap hari pasti ada terutama limbah rumah tangga dan dikenal sebagai limbah domestik. Limbah rumah adalah bahan sekali pakai yang dihasilkan oleh rumah tangga. Limbah ini dapat terdiri dari limbah tidak berbahaya dan limbah berbahaya. Melalui Warga Rw 09 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan, limbah ini dimanfaatkan menjadi pupuk cair dan padat. Kegiatan ini diberawal dari kepedulian warga terhadap sampah rumah tangga seperti sayuran dan kulit buah yang dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi ECO Enzim dan biokomposter. Manfaat dari ECO Enzim ini selain untuk menyuburkan tanah, tanaman, memperkuat/mempertajam cita rasa buah juga dapat digunakan sebagai cairan penetralisir air seperti saluran got menjadi jernih dan tidak berbau. Begitu juga dengan sampah sayuran dijadikan biokomposter berupa cairan yang bisa disiramkan ke tanaman sebagai pupuk cair dan pupuk padat. Selain itu ada warga yang memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran sistem hidroponik. Kegiatan ECO Enzim dikelurahan ini diprakarsai oleh Eyang Pertiwi dan kegiatan Biokomposer diprakarsai oleh ibu Lusia. Sedangkan Hidroponik dilakukan oleh bapak Mujiman sebagai penggerak warga. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok. Harapan Penyuluh Dinas Ketahanan, Pertanian dan Perikanan kota Depok Ibu Maya Rusniawati, A.Md “ Dari semangat Eyang Pertiwi, Ibu Lusia dan Bapak Mujiban perlu diteladani dimana usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan yang sudah dilakukan ini perlu dicontoh dan dilestarikan dalam menjaga keasrian lingkungan terutama lingkungan rumah sendiri. Dan diharapakan banyak lagi eyang-eyang berikutnya yang memperhatikan dan sadar bahwa ketahanan pangan keluarga itu sangat penting mulai dari memanfaatan pekarangan rumah sendiri, peningkatan kreativitas warga dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi daya guna dan ramah lingkungan.

Lomba Nacipera Falimruta Meningkatkan Kreativitas Warga Kelurahan Pengasinan

Lomba Nacipera Falimruta menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian warga kota Depok. Hal ini terlihat dari peningkatan kreatifitas masyarakat akan pemanfaatan limbah untuk bisa digunakan kembali dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Kegiatan kali ini dilakukan oleh sebagian masyarakat kelurahan pengasinan dengan pendampingan dari penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, pertanian dan Perikanan Ibu Maya Rusniawati, A.Md dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang dan bahan yang berguna, yang salah satu contohnya penggunaan barang  bekas layak pakai dan pengolahan pupuk organik, pestisida nabati dan ECO Enzim. Lokasi kegiatan dilaksanakan di perumahan BSI Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan.

Awal mula kegiatan penghijauan yang dilaksanakan di RW 12 kelurahan pengasinan ini berawal dari adanya pemutusan hubungan kerja sebagian besar warganya  karena pandemi covid-19. Seiring dengan banyaknya waktu luang dirumah sehingga kegiatan pemanfaatan pekarangan pun mulai digerakkan di RW 12 ini secara serentak untuk mengisi kekosongan  waktu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka  gerakan penghijauan pekarangan guna mempertahankan ketahanan pangan keluarga dan pengolahan sampah dapur yang didaur menjadi bahan yang berguna bagi tanah dan tanaman sehingga menjadikan lingkungan yang bebas polusi dan ramah lingkungan. Bahkan yang lebih menariknya kegiatan ini dilaksanakan di setiap gang mulai dari kutilang 11 sampai kutilang 17. Dari setiap gang ini mereka memanfaatkan rumah kosong untuk dijadikan rumah pembibitan, sehingga aktivitas mereka tidak terganggu oleh lalu lalang mobil yang masuk atau keluar. Selain itu di perumahan BSI ini, lahan pekarangan yang mereka miliki benar-benar dimanfaatkan sekali.