Peluang Besar dari Kandang Kecil: Mengubah Satwa Harapan Menjadi Pundi Rupiah
Pelatihan satwa harapan (Lebah) dilaksanakan di Peternakan Madu Pak Lebah, Jl. Ciciburaan no 63, Sukawening-Dramaga, Kab.Bogor. Peserta kegiatan merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Wita Baskara yang berasal dari Kelurahan Cilangkap – Tapos, Depok. Kegiatan dibuka oleh Kabid Peternakan ibu drh. Dede Zuraida dan sambutan dari Kasi Ekbang kelurahan Cilangkap Bapak GilangAlboin,S.Pt.,MA.
Kegiatan diisi oleh dua narasumber yaitu :
Prof.Dr.Ir. Asnath M.Fuah,M.Sc : Lebah menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti madu,propolis, dan bee pollen. Spesies lebah madu yang biasa  diternakkan untuk dipanen madunya adalah Apismellifera dari Eropa, Apis adonsonii atau Apis unicolor dari Afrika, Apisdorsata, dan Apis indica dari Asia. Lebah-lebah tersebut turut memproduksi zat lilin selain madu.
Eureka Indra Zatnika, S.Pt : Trigona sp. atau yang biasa dikenal dengan sebutan lebah klanceng merupakan lebah yang tidak menyengat dan hidupnya tidak hanya bergantung dengan polen bunga seperti lebah madu jenis lainnya. Jarak terbang lebah antara 40-400 meter sehingga sebaiknya ditanam sumber makanannya di antara jarak tersebut, seperti penanaman tanaman buah nangka, mangga, air mata pengantin dan xantos lemon. Pemanenan madu dapat dilakukan dengan cara rotasi pada setiap koloni dimana dalam satu koloni dapat dipanen setiap empat bulan sekali. Musuh alami dari lebah diantaranya lalat buah, kumbang, semut, laba-laba, cicak, rayap, dan magot.
Selain pembekalan materi, peserta pelatihan dapat langsung mencoba untuk melakukan panen madu langsung dari kotak madu.





